KPAID: Akun Facebook Gay Singaparna Masih Aktif , PD HMPI Akan Gelar Aksi ke DPRD Kabupaten Tasikmalaya Soal LGBT

Tiga Homoseksual Di Kabupaten Tasikmalaya Positif HIV

197

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

SINGAPARNA – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Tasikmalaya mencatat ada 479 orang yang merupakan homoseksual, data tersebut berdasarkan pemetaan 2015.

Tahun ini, tercatat tiga orang kaum penyimpangan seksual yang positif terjangkit HIV.
“Waktu 2015 kita melakukan pemetaan data langsung kepada komunitas Laki-Laki Seks Laki-Laki (LSL). Hasilnya ditemukan ada angka 479 orang yang merupakan kaum gay, biseksual dan transgender,” ujar Pengelola KPA Kabupaten Tasikmalaya Sony Syarif Hanani SPd kepada Radar, Minggu (14/10).

Sehingga, kata dia, pihaknya tidak kaget dengan munculnya fenomena homoseksual di Facebook dengan nama akun grup Gay Singaparna dan Gay Ciawi Panumbangan.

Walaupun hasil pemetaan sosial pada 2015 lalu menunjukkan bahwa mereka cenderung menutup diri dari masyarakat umum dan hanya berinteraksi dengan komunitasnya saja. “Ya mereka kalau di lingkungannya seperti laki-laki pada umumnya,” bebernya.

Sony menilai jumlah tersebut kemungkinan bertambah atau berkurang tahun sekarang. Faktornya mereka ada yang pindah atau pergi keluar kota. Karena hasil pemetaan 2015 mereka terjerumus di penyimpangan seksual ini bukan karena ajakan atau lingkungan, melainkan pernah mengalami kekerasan seksual. “Kita memang belum melakukan pemetaan data baru terkait homoseksual karena keterbatasan anggaran.

Mudah-mudahan tahun depan bisa ada alokasi untuk pemetaan supaya memiliki data terbaru sebagai target pembinaan dan pemantauan kesehatannya,” ungkapnya.

KPA mencatat pada Januari-Juni 2018 ada 18 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Tasikmalaya. Dari jumlah tersebut tiga orang diantaranya kaum homoseksual. Sedangkan total penderita HIV/AIDS sejak 2004-2018 tercatat 314 orang yang tersebar di 37 kecamatan. “Yang paling banyak di Kecamatan Singaparna 35, Rajapolah 28 dan Manonjaya 15 kasus,” katanya.

Dalam menyelesaikan permasalahan ini, kata Sony, harus melibatkan seluruh stakeholder dan masyarakat. Baik itu melalui penyampaian informasi, sosialisasi atau pun melakukan tindakan persuasif terhadap kelompok tersebut. Supaya mereka kembali memiliki orientasi seksual sesuai kodratnya.

KPA menilai ada beberapa poin yang bisa dilakukan dalam upaya menyelesaikan fenomena homoseksual. Diantaranya dengan menjaga pergaulan anak, ini harus dilakukan pada pendidikan informal. Menghindari pornografi terhadap anak. Memberikan pemahaman keagamaan yang kuat terhadap anak. Pendidikan seksual terhadap anak pada jenjang pendidikan formal maupun informal dan harus ada kajian terkait dengan permasalahan ini.

Terpisah, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAD) Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto kembali meminta pihak kepolisian untuk segera mengusut atas laporan tersebut. Bahkan sampai saat ini grup tersebut masih aktif dan mem-posting konten vulgar. “KPAID sudah memantau grup tersebut setelah melaporkan kepada kepolisian. Tapi sampai saat ini masih aktif,” jelasnya.

Ini, kata Ato, menandakan belum ada gerakan atau kebijakan untuk memblokir grup tersebut. “Saya rasa pemkab belum bergerak untuk menyelesaikan permasalahan ini. Kami minta secepatnya grup itu segera diblokir,” tegasnya.

Sementara itu, menyikapi fenomena munculnya grup Facebook Gay Singaparna dan Gay Panumbangan, Pimpinan Daerah (PD) Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HMPI) Tasikmalaya Raya akan menggelar aksi ke DPRD Kabupaten Tasikmalaya hari ini (15/10) pukul 10.00. (yfi)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.