Tiga Jam Jasad Ari Tergeletak

318
0
Kanit Laka Lantas Polres Tasikmalaya Kota Ipda Dedi

LBH STHG Siapkan Laporan
TASIK – Polres Tasikmalaya Kota, kemarin (20/11), menjelaskan kasus meninggalnya Ari Afrizal Fauzi (22). Hasil pemeriksaan kepada saksi, mahasiswa Sekolah Tinggi Hukum Galunggung (STHG) itu tewas usai kecelakaan tunggal di Jalan Pancasila Kampung Cendrawasih Kelurahan Lengkong Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya Jumat tengah malam (17/11).
Kepala Unit Laka Lantas Polres Tasikmalaya Kota Ipda Dedi Haryana menjelaskan pihaknya mendapatkan kronologi kecelakaan –yang dialami Ari— usai memeriksa saksi kunci sekaligus rekan korban, Isan Januar (17). “Ini (Isan) merupakan saksi kunci yang dibonceng (korban) dan kondisinya masih hidup,” ujar Ipda Dedi Haryana di ruang kerjanya kemarin.
Isan Jaunar, warga Kampung Ancol Desa/Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis, kata Dedi, mengaku kepada polisi dibonceng Ari saat kecelakaan. Motor yang dikendarai Ari melaju kencang dari arah Pasar Pancasila menuju pintur masuk Bebedahan. Saatnya di tempat kejadian perkara (TKP), motor tersebut lepas kendali sehingga masuk ke dalam selokan. Saat itu Jumat (17/11) pukul 23.30. “Karena jalan lurus, korban ini lepas kendali,” ungkap Dedi.
Sebelum masuk selokan, Isan, kata Dedi, mengaku terjatuh dari motor. Sedangkan Ari dan motornya masuk selokan yang memiliki kedalaman kurang lebih 1 meter. “Saat masuk selokan, korban ini bersama motornya tidak berhenti mungkin karena kencang dan berhentinya setelah motor yang ditumpangi Ari menabrak besi penutup darinase depan rumah,” jelas Dedi.
Saking kencangnya, laju motor, yang dikemudikan oleh korban, kata Dedi, motor susah dikeluarkan dari parit. Karena bagian depan motornya masuk ke dalam drainase yang ditutupi besi. “Kami mengeluarkannya ditarik oleh mobil, karena tidak bisa secara manual,” ujarnya. Tambah Dedi, usai terjatuh, Isan yang mengalami luka tergeletek di tengah Jalan Pancasila, sedangkan Ari tergeletak di depan rumah. Kondisinya berlumuran darah. “Temannya ini sempat meminta tolong namun tidak ada yang menolongnya,” informasinya.
Bahkan, saat Isan masih tergeletak, sempat ada sepeda motor yang lewat malah dilewati begitu saja. Entah sang pengendara takut atau apa. “Bahkan sempat ada sepeda motor yang akan lewat ke sana balik arah kembali. Mungkin karena takut. Karena saat ini bayak modus begal yang berpura-pura kecelakaan. Saat itu juga kondisi TKP sedang sepi,” papar dia.
Saat itu Isan panik. Dia meminta tolong namun tidak ada yang mendengarnya. Tak lama kemudian, Isan memberhentikan angkutan kota (angkot). Lalu pengemudi angkot tersebut membawanya ke RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya. Sedangkan Ari masih tergeletak di jalan.
“Setelah temannya itu mendapatkan perawatan di rumah sakit, langsung pulang ke rumahnya karena mungkin takut melihat darah dan kondisi temannya sudah terbaring,” ujar dia.
Bagaimana dengan luka robek di dekat mulut Ari? “Luka robek selama ini yang dianggap penganiayaan itu karena serpihan bodi motor. Ini murni kecelakaan tunggal,” jawab Dedi.
Sampai kemarin, polisi terus mencari saksi-saksi lainnya yang melihat dan mendengar kecelakaan tersebut. Termasuk memeriksa pemilik motor, Adi Faisal (16), warga Sindangkasih Kabupaten Ciamis. Motor Adi saat itu dipinjam Ari. “Motornya itu Honda Beat warna biru putih,” ujar Dedi.
Dedi pun menjelaskan bahwa pihaknya mengevakuasi jasad Ari sekitar pukul 02.30 dini hari. Sedangkan kejadiannya sekitar pukul 23.30. “Itu sudah beberapa jam tergeletak di sana tidak ada yang menolong,” ujar dia. Lalu, jasad warga Kampung Pelang Kelurahan Sukamanah Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya itu dibawa polisi ke RSUD dr Soekardjo.
Polisi pun mengimbau warga ketika melihat atau mendengar kecelakaan segera membatu dan memberikan pertolongan terhadap korban kecelakaan. Itu sebagai rasa kemanusiaan.
“Kalau memang itu kecelakaan tolonglah, jangan sampai dibiarkan begitu saja di jalan seperti kejadian kemarin (18/11),” imbau perwira pertama ini.
Sementara itu, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sekolah Tinggi Hukum Galunggung (STHG) akan tetap membuat laporan soal meninggalnya Ari ke polisi. Meskipun kepolisian menyatakan Ari korban kecelakaan tunggal.
“Walaupun kepolisian menyatakan laka lantas tunggal tetap kami akan melaporkanya,” kata Ketua LBH STHG Tasikmalaya Saeful Wahid Muharom saat dihubungi kemarin (20/11).
Saat ditanya apa yang menjadi dasar pelaporannya, Saeful, kemarin, belum bisa mempublikasikannya. “Untuk dasarnya besok (hari ini, Red) akan saya ceritakan setelah laporan,” tandasnya. (ujg)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.