Beranda Tasikmalaya Tiga Parpol Siap Tampung Ruhimat

Tiga Parpol Siap Tampung Ruhimat

37
0
BERBAGI
Ilustrasi

SINGAPARNA – H Ruhimat adalah politisi senior. Dia sudah berpengalaman di dunia politik Tasikmalaya. Maka, banyak partai yang siap menjadi pelabuhannya jika legislator tiga periode ini tak lagi berbaju PPP.
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Tasikmalaya H Cecep Ruchimat mengatakan DPC Gerindra terbuka untuk siapa pun, termasuk Ruhimat, untuk menjadi bagian dari partai yang dibentuk Prabowo Subianto itu. ”Kalau ke Gerindra siap saja,” ujarnya saat dihubungi Radar Kamis (11/1). “Yang penting mengikuti aturan dan mekanisme partai,” terangnya.
Bagi Gerindra, kata H Cecep, bukan masalah senior atau junior di politik, namun kinerjanya yang akan menjadi acuannya.
Menurutnya, Gerindra melihat sosok H Ruhimat, sebagai politisi senior yang sudah tiga periode menjabat dewan, bisa saja melangkah jauh menjadi anggota DPRD Jabar. “Rumor-rumor H Ruhimat masuk ke Gerindra itu masih sebatas obrolan di luar sana. Rumor biasa saja,” jelasnya.
Dalam wawancara terpisah, Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kabupaten Tasikmalaya H Demi Hamzah Rahadian SH MH menilai urusan penggantian pimpinan DPRD di Fraksi PPP, memang bukan urusan PDIP. ”Partai sahabat kita (PPP, Red), itu bukan menjadi urusan kami,” paparnya.
Namun demikian, untuk masalah penggantian pimpinan DPRD, kata Demi, rotasi atau apa pun yang menyangkut DPRD Kabupaten Tasikmalaya tentu ada mekanisme dan aturan. “Selama sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku ada tata tertib, peraturan pemerintah dan undang-undang, ya itu silahkan-silahkan saja. Jadi itu urusan rumah tangga orang lain,” kata Demi.
Selama mekanismenya sesuai aturan, Fraksi PDI Perjuangan, tidak bisa mendorong-dorong atau menghalangi adanya penggantian pimpinan DPRD. Jadi setelah nanti ada ada kejelasan dan kepastian penggantian pimpinan DPRD, baru bisa berkomentar.
Apakah PDIP terbuka untuk Ruhimat? PDI Perjuangan sebagai partai yang terbuka berasaskan Pancasila dan nasionalisme, kata Demi, selama warga Indonesia dan mau mentaati AD/ART partai dan tidak menjadi anggota partai lain, kemudian sesuai syarat dan ketentuan saja, kenapa tidak orang yang ingin bergabung tidak diterima.
”Ya siapa pun. Kalau kita (PDIP) ini mencari massa. Mencari pendukung. Ya kalau ada yang masuk ke rumah besar nasionalis ini ya silahkan, rumah besar bangsa Indonesia,” ungkap Demi.
Terpisah, Sekretaris DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya H Jejeng Zaenal Muttaqin menjelaskan sampai saat ini belum ada komunikasi dengan H Ruhimat soal penggantian pimpinan DPRD atau pun rencana keluar dari PPP.
”Tentu saja kita menghormati dari apa yang menjadi keputusannya. Pada prinsipnya, ya kami siapa pun ya terbuka. Ya memang demikian, siapa pun mempunyai keinginan untuk bergabung dengan PKB, itu kita akan terbuka,” jelasnya.
PKB sendiri, kata Jejeng, mempunyai mekanisme dan AD/ART partai dan ada pelatihan kaderisasi partai. ”PKB intinya terbuka bagi siapa pun. Termasuk bagi para tokoh yang potensi,” ungkapnya.
Sementara itu dalam wawancara sebelumnya, H Ruhimat menegaskan tidak akan mundur dari posisinya sebagai ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Ia pun tidak akan keluar dari keanggotaan DPC PPP walaupun sedang “digoyang” para pengurus partai kubu Muchammad Romahurmuziy (Romy).
“Saya merasa tidak pernah melakukan kesalahan di partai,” terang Ruhimat saat dihubungi Radar melalui sambungan telepon, Jumat (5/1).
Ruhimat menceritakan bahwa dirinya sudah menjadi pengurus anak cabang PPP Kecamatan Sukaraja sejak 1996. Jauh sebelum Romy masuk ke PPP. “Tahun 2004 dia (Romy, Red) masih caleg PKB dia. Itu pun gagal tidak terpilih,” beber mantan ketua DPC PPP Kabupaten Tasikmalaya ini.
Begitu pula dengan Cecep Nurul Yakin, ketua DPC PPP Kabupaten Tasikmalaya dan Asop Sopiudin, ketua Fraksi PPP saat ini belum masuk PPP saat Ruhimat sudah menjadi pengurus. Menurut dia, Cecep saat itu masih anak-anak. Pun Asop masih mahasiswa. “Mereka (Cecep-Asop, Red) dibesarkan oleh tangan saya di PPP. Setelah dibesarkan oleh saya, mereka berterima kasih ke saya seperti itu (mau melakukan penggantian pimpinan DPRD, Red) sekarang,” terang dia. Ruhimat menyebut Cecep dan Asop tidak tahu terima kasih setelah dibesarkan di PPP.
Selain itu, Ruhimat mengklaim Cecep NY menjadi ketua DPC PPP Kabupaten Tasikmalaya juga karena jasanya. Saat itu dia dan Cecep punya perjanjian —isinya tak bisa dipublikasikan— hingga Cecep bisa menggantikannya sebagai ketua DPC PPP. “Asop sampai menjadi anggota DPRD dan Cecep menjadi ketua DPC dengan tangan saya. Balas budinya sangat baik, sangat luar biasa,” sindirnya. Jadi, tambah dia, Romy, Cecep dan Asop tidak selayaknya dan tidak pantas melengserkan dirinya dari jabatan pimpinan DPRD Fraksi PPP.
Saat ini, Ruhimat menyatakan akan menunggu proses gugatan di Pengadilan Negeri Klas IA Tasikmalaya berkaitan dengan hak konstitusional dirinya sebagai anggota DPC PPP Kabupaten Tasikmalaya dan ketua DPRD yang terganggu atas usulan penggantian pimpinan DPRD oleh DPP. Dia siap menerima apa pun hasil keputusan pengadilan. “Apapun saya terima keputusan pengadilannya,” paparnya. (dik)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here