Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
18%

82%

Lama Mangkrak, Kisruh Hibah Air Baku dari BBWS Citanduy ke Pemkot Kota Banjar yang Habiskan Belasan Miliar

61
0
istimewa UJI COBA. Beberapa pihak saat uji coba air baku di lokasi Instalasi Pengolahan Air Situ Batu saat uji coba tahun 2017 lalu.
istimewa UJI COBA. Beberapa pihak saat uji coba air baku di lokasi Instalasi Pengolahan Air Situ Batu saat uji coba tahun 2017 lalu.

BANJAR – Kisruh pembangunan dan serah terima Sarana Air Baku Balokang Patrol di Desa Jajawar Kota Banjar terus bergulir, dan belum menemukan solusi, antara pihak Pemkot Banjar dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy.

Proyek sarana air bersih yang menghabiskan dana total mencapai Rp18,6 miliar itu sebenarnya adalah permintaan dari Pemkot Banjar kepada BBWS Citanduy.

Sayang, sejak pembangunan tahun 2016, setelah pembangunan selesai 2017, pihak pemkot, dalam hal ini PDAM Tirta Anom belum juga mengoperasikannya.

Pihak PDAM pun tak jua mengoperasikan karena beralasan adanya biaya operasional listrik yang harus dibayar setiap bulannya sebesar Rp30 juta per bulan.

Nah, belum lama ini, pelaksana Teknis BBWS Citanduy, Surahman mengatakan sebelum sarana air baku difungsikan harus dilaksanakan terlebih dahulu uji coba secara keseluruhan.

Uji coba tersebut harus disaksikan tiga pihak. Pihak pertama yang harus hadir yakni, BBWS Citanduy sebagai pihak yang membangun sarana air baku, Cipta Karya Provinsi Jawa Barat yang membangun instalasi pengolahan air (IPA) dan Pemkot Banjar atau PDAM Tirta Anom sebagai perusahaan yang menjalankan operasi sarana air baku sekaligus penerima aset Balokang Patrol.

“Setelah hadir semua (BBWS Citanduy, Cipta Karya Provinsi Jabar dan PDAM Tirta Anom) baru bisa dilakukan uji komisioning (pengujian secara resmi, red) secara keseluruhan dari mulai intake hingga ke IPA,” kata Surahman, kemarin.

Jika uji coba yang dijadwalkan tahun ini berhasil, kata dia, maka pengelolaan sarana air baku bisa langsung dilaksanakan PDAM Tirta Anom. Namun, menurut dia, operasional sarana air baku sebenarnya tidak harus menunggu penyerahan aset selesai.

“Tidak harus dilakukan penyerahan aset karena prosesnya lama, cukup setelah uji coba berhasil kemudian dilakukan serah terima pengelolaan. Itu sudah bisa dioperasikan sebetulnya, sambil berjalan penyerahan aset,” katanya.

Sementara itu, menyikapi beban biaya listrik Rp30 juta yang harus dibayar PDAM Tirta Anom jika operasional sarana air baku Balokang Patrol berjalan, Wakil Wali Kota Banjar, H Nana Suryana mengungkapkan hal itu bukan permasalahan serius.

Harusnya, kata dia, hal tersebut tidak menjadi kendala. “Karena untuk kemaslahatan masyarakat, tidak menjadi soal meskipun pemkot harus menganggarkan terlebih dahulu beban biaya listrik, sambil pihak PDAM memaksimalkan pelanggan hingga bisa menutupi kos beban biaya listrik itu. Kita sedang mencari solusi secepatnya supaya sarana air baku itu segera bisa difungsikan,” ujarnya.

Sedangkan, anggota DPRD Kota Banjar pun ikut mendesak pihak-pihak terkait supaya bekerja cepat dalam menangani permasalah sarana air baku Balokang Patrol.

Terlebih, itu merupakan aset negara yang harus dipertanggungjawabkan dan tidak boleh mangkrak. “Kita berharap semua pihak segera mencari solusi yang terbaik untuk kepentingan masyarakat,” kata anggota Komisi 1 DPRD Kota Banjar Cecep Dani Sufyan. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.