Dibawa Tim Saber Pungli, Uang Rp 31 Juta Disita

Tiga PNS BKD Diamankan

534
0
DIAMANKAN. Tim Saber Pungli Provinsi Jawa Barat membawa tiga PNS BKD Kabupaten Garut ke Kota Bandung menggunakan mobil dinas BKD Selasa (8/5). (Yana Taryanan/radartasikmalaya.com)

TAROGONG KIDUL – Tiga pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Garut, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Provinsi Jawa Barat Selasa (8/5), sekitar pukul 11.50.

Mereka diduga melakukan pungutan liar terhadap CPNS di lingkungan Dinas Kesehatan. Ketiga orang itu antara lain RR, BS dan RW. Tim Saber Pungli juga mengamankan dua bidan berinisial IK dan La, serta uang Rp 31,5 juta. Diduga uang tersebut dari para bidan.

Berdasarkan pantauan Rakyat Garut, sebelum dibawa ke Bandung, ketiga PNS dan dua bidan yang diamankan di Kantor BKD Garut itu sempat dibawa ke Mapolsek Tarogong Kaler.

Setelah itu, mereka langsung dibawa menggunakan mobil warna hitam berpelat merah Z 1208 D menuju Kota Bandung.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Rakyat Garut, penangkapan tiga pegawai BKD Garut itu berawal dari pengangkatan 149 Bidan PTT menjadi PNS beberapa waktu lalu.

Untuk menerima SK pegawai, masing-masing bidan yang diangkat tersebut dimintai sejumlah uang oleh RR. Bidan-bidan itu pun memberikan uang hingga terkumpul Rp 31,5 juta.

“(Semuanya) kami amankan saat penyerahan uang,” ungkap salah satu anggota saber pungli yang menolak disebutkan namanya. Uang tersebut, kata dia, diamankan dari ruang kerja RR.

Dihubungi melalui telepon, Kepala BKD Kabupaten Garut Buldan Ali Junjunan membenarkan ada tiga pegawainya dibawa Tim Saber Pungli. Namun, dia mengaku tidak tahu permasalahannya. Sebab, saat dihubungi, nomor ponsel ketiga pegawainya itu tidak aktif.

“Kalau masalahnya saya kurang tahu. Tetapi tadi (kemarin, Red), benar mereka dibawa ke luar. Enggak tahu ke mana,” ungkapnya kepada wartawan Selasa sore.

Plt Sekda Kabupaten Garut H Uu Saefudin juga mengaku belum tahu secara rinci terkait diamankannya tiga pegawai BKD tersebut.

“Kejadiannya pas saya lagi di luar. Jadi, belum tahu secara rinci,” katanya.

Tetapi, berdasarkan informasi awal yang diterimanya, tiga pegawai BKD yang diamankan Tim Saber Pungli Provinsi Jawa Barat itu mengatakan tidak mengetahui uang yang diserahkan IK dan La.

“Sebagai bendahara, (RR) tidak tahu maksud penyerahan uang itu,” terangnya.

Uu mengaku akan meminta klarifikasi ketiga pegawai itu. Dia berencana melakukan pemanggilan dan pemeriksaan kepada mereka.

“Kami akan klarifikasi dulu kepada yang bersangkutan ini. Jadi, kami belum bisa menerangkan terkait masalah ini,” ungkapnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jawa Barat AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko menuturkan sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi tentang operasi tangkap tangan tersebut.

“Informasi yang sudah menyebar ini, kami sudah tanyakan. Tetapi belum ada jawaban,” tuturnya saat ditemui di Polres Garut Selasa sore.

Wisnu menduga yang melakukan OTT tersebut adalah instansi lain. Dalam hal ini Tim Saber Pungli Provinsi Jawa Barat.

“Kami tidak bisa melangkahi, karena itu di luar kewenangan kami. Ada yang berhak memberikan keterangannya,” paparnya.

Untuk lebih jelasnya, dia meminta wartawan menunggu rilis dari Polda Jawa Barat. “Pasti kami akan rilis nanti di Bandung (Polda, Red),” terangnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.