Tiga Raperda APBD Kota Banjar Tahun 2021 Disahkan

75
0
Istimewa. TANDA TANGAN. Ketua DPRD Kota Banjar Dadang Ramdan Kalyubi menandatangi pernyataan bersama Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih disaksikan Wakil Walikota Banjar H Nana Suryana dan wakil ketua DPRD Kota Banjar.
Istimewa. TANDA TANGAN. Ketua DPRD Kota Banjar Dadang Ramdan Kalyubi menandatangi pernyataan bersama Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih disaksikan Wakil Walikota Banjar H Nana Suryana dan wakil ketua DPRD Kota Banjar.
Loading...

BANJAR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjar menggelar rapat paripurna penyampaian dan mengesahkan tiga buah rancangan peraturan daerah (raperda), Senin malam (30/11).

Rapat yang berlangsung di ruang Paripurna DPRD Kota Banjar itu dihadiri Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih, Wakil Wali Kota Banjar H Nana Suryana, Kapolres Banjar AKBP Melda Yanny SIK, MH, Pabung Dandim 0613 Ciamis, Yonif Raider 323 BP, perwakilan Kejaksaan, kepala OPD, camat, lurah, kades serta tamu undangan lainnya.

Ketua DPRD Kota Banjar Dadang Ramdan Kalyubi mengatakan tiga raperda tersebut meliputi, pertama Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Banjar Tahun Anggaran 2021.

Kedua Raperda tentang tanggungjawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan dan ketiga Raperda tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2010 tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum serta Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor.

“Tiga Raperda tersebut kami tetapkan dan sahkan. Karena sudah kami sepakati bersama antara Pemerintah Kota Banjar dengan DPRD pada rapat paripurna tadi malam (kemarin, Red),” ujar dia kepada wartawan, Selasa (1/12).

Loading...

Baca juga : Lomba Baca Kitab Kuning Sambut Hari Santri di Kota Banjar

Dia menjelaskan besaran APBD Kota Banjar tahun 2021 yang sudah disahkan dan disepakati mencapai Rp 792.480.553.855. Rinciannya, pendapatan daerah sebesar Rp 757.849.934.472. Belanja daerah sebesar Rp 792.480.553.855, sehingga terjadi defisit sebesar Rp 34.630.619.383.

“Saya berharap realisasi anggaran APBD 2021 untuk program prioritas, agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Banjar lebih baik lagi,” tandasnya.

Dia menambahkan saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19, sehingga untuk anggaran tahun 2021 masih terkena refocusing untuk menangani wabah virus corona. Namun, untuk teknis realisasinya di masing-masing OPD.

Kata dia, APBD 2021 yang terkena refocusing sekitar 50 persen dari jumlah total anggaran. Hal itu dilakukan untuk kebaikan semua dalam menghadapi wabah pandemi Covid-19.

Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih mengatakan diterapkan dan disahkannya APBD tahun 2021 merupakan wujud kongkret kerja bersama antara Pemerintah Kota Banjar dengan DPRD. Sehingga Raperda APBD menjadi instrumen penting dalam rangka mencapai sasaran-sasaran pembangunan tepat, terukur dan terencana.

“Hal itu guna mewujudkan kemakmuran dan keadilan dalam menjalankan Pemerintahan Kota Banjar,” ujarnya.

Lanjut dia, dengan terbentuknya Raperda tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan, diharapkan dapat menjadi acuan bagi pihak perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial di lingkungan perusahaan. Selain itu, dengan Perda Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum dan Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan pendapatan daerah.

“Adanya raperda tersebut dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas akibat kesalahan teknis. Lantaran kurang kontrol pengawasan sarana dan prasarana kelengkapan kendaraan bermotor,” jelasnya. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.