Tiga Rumah Terbakar, Penghuni Mengungsi

126
0
ISTIMEWA MEMADAMKAN API. Masyarakat memadamkan api di tiga rumah yang terbakar di Dusun Cikareo RT 28/13 Desa Ciomas Kecamatan Panjalu Kamis (27/6).

CIAMIS – Tiga rumah permanen yang berdampingan terbakar Kamis (27/6) pukul 09.30. Rumah di Dusun Cikareo RT 28/13 Desa Ciomas Kecamatan Panjalu tersebut milik Elon (52), Wardi (62) dan Yeti (34). Total kerugian akibat kebakaran itu diperkirakan mencapai Rp 250 juta.

Rumah milik Elon dan Wandi semuanya hangus beserta harta benda milik mereka, sedangkan hunian milik Yeti hanya bagian dapurnya yang terbakar. Hasil penyelidikan kepolisian, sumber api diduga dari korsleting listrik.

Kepala Urusan Pemerintahan Desa Ciomas Kecamatan Panjalu Mumu Najmuddin saat dihubungi Radar mengaku saat rumah warganya terbakar, dia berada di depan halaman kantor Kecamatan Panjalu. Dia sedang mengikuti kegiatan Hari Anti Narkoba. Mendapatkan informasi tentang kebakaran itu, Mumu langsung menuju lokasi kebakaran. Dia meluncur ke lokasi kebakaran bersama anggota pemadam kebakaran. Kebetulan saat itu petugas pemadam kebakaran mengikuti kegiatan bersamanya. Saat ke lokasi kebakaran, mobil pemadam kebakaran tidak bisa menuju ke rumah yang terbakar, karena rumah-rumah itu jauh dari jalan raya. Jarak antara jalan raya dengan lokasi kebakaran sekitar 1 kilometer. Akses menuju ke lokasi itu hanya bisa dilalui dengan jalan kaki.

“Jadi pemadaman bisa kami lakukan bersama-sama masyarakat dengan alat manual. Seadanya, sehingga api baru bisa padam sekitar satu jam kemudian,“ kata Mumu yang juga anggota Tagana Kabupaten Ciamis.

Di dalam rumah milik Wardi dan Yeti, yang hangus, kata Mumu, terdapat uang, emas dan padi serta harta benda lainnya.

Sementara rumah Yeti, bagian dapurnya yang terbakar, karena bisa dipadamkan.

Kini, setelah rumah mereka terbakar, para penghuni rumah-rumah itu mengungsi ke rumah saudaranya.

“Upaya saat ini yang dilakukan kami membersihkan puing-puing rumah korban yang terbakar,” ujarnya.

Saat rumahnya terbakar, kata Mumu, Elon dan keluarganya tidak berada di rumah. Mereka sedang bekerja di sawah. Jaraknya 100 meter dari rumahnya.

Dari kejauhan, Elon melihat rumahnya terbakar. Yang pertama terlihat, api membakar atap rumahnya. Dia lalu minta tolong kepada masyarakat.

“Jadi pengakuan Elon kepada saya itu sumber api berawal dari atapnya. Jadi dugaan sementara itu korsleting listrik,” kata Mumu.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Ciamis AKP Hendra Virmanto SIK menjelaskan Polsek Panjalu telah melakukan pemeriksaan di lokasi kebakaran. Mereka menyinkronkan hasil pemeriksaan lokasi kebakaran dengan keterangan Elon.

Diduga, kata dia, api berasal dari korsleting listrik dari kabel di atap rumah Elon. Lalu, api merembet ke bangunan lain, sehingga merembet ke seluruh ruangan dan merembet ke dua bangunan lainnya.

“Untuk itu kami mengimbau kepada masyarakat bila memang ada kabel listrik yang tidak layak, demi keamanan, alangkah baiknya diganti dengan yang baru yang sesuai standar nasional Indonesia (SNI, Red),” ujarnya.

Kepala Bidang Balinsos Dinas Sosial Kabupaten Ciamis Wawan Setiawan SH MSi menjelaskan pihaknya memberikan bantuan kepada para korban. Bantuan itu antara lain sembako, tempat tidur dan terpal. “Semoga bisa bermanfaat digunakan oleh korban,“ tuturnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis Ani Supiani juga mengaku memberikan bantuan kepada para korban. Diantaranya alat memasak, sembako dan lainnya.

“Upaya kita akan membantu dan mengajukan kepada pemerintah mengenai korban yang kena bencana tersebut,” ujarnya. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.