Tiga Tahun, Tujuh Guru PNS Disanksi

16

PANGANDARAN – Sepanjang tiga tahun terakhir, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran sudah menjatuhkan sanksi kepada tujuh orang guru PNS dengan pelanggaran yang berbeda-beda.

Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran Soleh Suryadi mengatakan rata-rata guru PNS tersebut melakukan pelanggaran disiplin seperti kabur dari pekerjaan tanpa keterangan yang jelas.

”Bahkan ada yang sudah menghilang satu tahun dan langsung dicoret,” ujarnya kepada Radar, Rabu (14/8).

Kemudian, ada juga guru PNS yang melakukan tindakan asusila dan tindakan amoral lain. ”Jelas itu juga sudah melakukan pelanggaran berat,” tuturnya.

Menurut dia, penjatuhan sanksinya bermacam-macam ada yang diberhentikan, ada yang diturunkan pangkatnya, ada juga yang sertifikasinya dicabut. ”Sanksi tersebut disesuaikan dengan jenis pelanggaran yang dilakukan,” katanya.

Sementara untuk kasus poligami, menurut dia, baru terlaporkan sekarang dan itupun masih dalam tahap penyelidikan. ”Iya kasus itu mencuat sekitar dua atau satu bulan yang lalu, sekarang masih dikumpulkan bukti-bukti,” terangnya.

Guru yang diduga menikah lagi itu, kata dia, sudah bersikap kooperatif setiap kali dipanggil. ”Tapi ya begitu, belum saja mengarah kepada dugaan itu,” ujarnya.

Ia mengatakan jika terbukti poligami, maka guru PNS tersebut bisa dikenakan sanksi berat. Karena melakukan tindakan tanpa izin bupati. ”Kalau PNS mau poligami harus seizin Bupati Pangandaran,” jelasnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.