Beranda Edukasi Tiga Unsur Pengaruhi Pendidikan

Tiga Unsur Pengaruhi Pendidikan

113
BERBAGI
TALKSHOW. Guru dan komite SD IT At Taufiq Al Islamy Tasikmalaya saat mengisi Bincang Radar di studio Radar TV.

TASIK – Sekolah, orang tua dan lingkungan adalah tiga faktor suksesnya pendidikan. Kerja sama ketiga unsur tersebut sangat penting untuk mencapai visi dan misi pendidikan. Hal tersebut diungkapkan Anna Solehah SKM, kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) At Taufiq Al Islamy Tasikmalaya.
Anna menuturkan sekolahnya memiliki visi mencetak peserta didik yang saleh, cerdas, mandiri dan terampil. Untuk mencapai itu, berbagai program dikembangkan. “Mulai dari program pembiasaan ibadah yang dilakukan secara bertahap. Untuk mencapai itu juga dibutuhkan sinergitas yang baik dengan orang tua,” terang Anna saat menjadi pembicara dalam Bincang Radar, Rabu (4/4).
Untuk mencapai visi dan misi sekolah juga, tutur Anna, dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) pihaknya mengintegrasikan pendidikan agama dalam setiap mata pelajaran. ”Kita ingin anak suskes dunia dan akhirat. Oleh karena itu peran orang tua sangat penting untuk membantu mencapai itu. Karena itu di awal ajaran kita ada komitmen dengan orang tua,” tuturnya.
Wakil Ketua Persatuan Orangtua Murid (POM) SD IT At Taufiq Al Islamy Tasikmalaya Redi Hermanto MPd menuturkan ada empat peran komite dalam membantu pendidikan sekolah, yakni controlling, pertimbangan, supporting dan mediator. Dari empat peran tersebut komite membantu menyukseskan program sekolah.
”Jadi Komite membantu mensinergikan berbagai pihak untuk membantu sukseskan program. Kita berikan dukungan baik dari segi finansial, tenaga dan pikiran dan lainnya,” tutur Redi.
Karena pentingnya kerja sama antara sekolah dan orang tua, kata dia, tahun ajaran baru pihaknya berencana membuat pojok baca sebagai fasilitas orang tua saat menunggu anaknya pulang sekolah. “Di samping membantu program sekolah, orang tua juga sangat penting menjalin kerja sama dan komunikasi yang baik dengan anak,” katanya.
Bendahara POM SD IT Attaufiq Al Islamy Iseu Siti Aisyah MKes menambahkan untuk mengoptimalkan koordinasi dengan orang tua, setiap kelas dibentuk koordinator. ”Selama ini dua program yang sudah berjalan yakni arisan dan pengajian rutin mingguan. Pembentukan koordinator tiap kelas ini juga untuk menjalin soliditas antara orang tua,” ujar Iseu.
Guru kelas Ai Nuraeni SPd mengatakan anak memiliki karakter dan kebiasaan yang berbeda-beda. Terkadang ada anak yang datang ke sekolah dalam kondisi kurang semangat, sehingga perlu ada komunikasi dan kerja sama antara guru dan orang tua agar anak bisa kembali bersemangat. (ais)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.