Tiga Warga Tewas Akibat Wabah Difteri 

132
0
Tenny Swara Rifai

TAROGONG KIDUL – Sebanyak tiga warga kabupaten Garut meninggal dunia akibat wabah penyakit difteri sepanjang tahun 2017.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Tenny Swara Rifai mengatakan jumlah penderita difteri mengalami peningkatan jika dibanding tahun lalu yang hanya lima kasus. Tercatat ada 11 kasus ditemukan di Kabupaten Garut, dari total 116 kasus difteri dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jawa Barat saat ini. “Kami tidak kaget saat difteri berstatus KLB di Jabar. Soalnya tahun lalu juga ada kasus serupa,” ujarnya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Menurut dia, dari sebelas laporan yang ditemukan, sebagian besar berada di wilayah selatan Garut. “Penanganannya dilakukan di RSHS Bandung. Kami tidak menyediakan obat dan vaksin karena jarang kasusnya,” papar dia.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Janna Markus menambahkan, ke-11 kasus difteri tersebar di Kecamatan Sukaresmi, Cibatu, Cihurip, Garut Kota, Bayongbong, Sukawening, Cisurupan, Pamulihan, Bungbulang dan Cikajang. “Yang sembilan orang sekarang sudah sehat. Dua orang meninggal sekitar awal tahun ini,” ujarnya.

Jika dibandingkan tahun lalu, ia mengakui kasus difteri di Garut ini mengalami peningkatan cukup signifikan. “Tapi kasusnya bukan yang paling tinggi. Kasusnya memang meningkat dibanding tahun lalu,” katanya.

Agar wabah ini tidak menyebar, kata dia, lembaganya mengajak masyakat untuk melakukan imunisasi lanjutan. Langkah imunisasi dilakukan secara bertahap dari bayi berumur 12 bulan, 18 bulan hingga duduk di kelas 5 SD. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.