Tim Covid-19 Kota Banjar Telusuri Warga yang Kontak erat dengan Pasien Positif

165
0
AKRAB. Kepala Bidang P2P Dinkes Kota Banjar dr H Agus Budiana Ekaputra ditemui di kantornya kemarin. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
AKRAB. Kepala Bidang P2P Dinkes Kota Banjar dr H Agus Budiana Ekaputra ditemui di kantornya kemarin. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya

BANJAR – Tim pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melakukan tracking terhadap kontak erat pasien positif Covid-19. Langkah itu dilakukan untuk menindaklanjuti penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Banjar.

Tim pelaksanaan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar dr H Agus Budiana Ekaputra mengatakan berdasarkan hasil tracking Senin (22/9), didapati 30 warga Desa Waringinsari dan 62 warga Desa Langensari Kecamatan Langensari kontak erat dengan lima orang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Sedangkan satu orang positif Covid-19 di wilayah Pataruman didapati 34 orang warga Desa Batulawang kontak erat dengan yang bersangkutan,” ujar dia kepada wartawan, Selasa (22/9). Dijelaskannya, banyaknya hasil tracking karena aktivitas pasien positif Covid-19 cukup tinggi.

Baca juga : Ingatkan Warga, Pemkot Banjar Pasang Sound Voice

Dia menjelaskan mereka yang berisiko kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 langsung dilakukan swab test. Memastikan apakah tertular atau tidak oleh corona.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, terkonfirmasi positif Covid-19 isolasi mandiri saat ini sebanyak sembilan orang dan lima orang lainnya menjalani perawatan di RSUD Kota Banjar.

Diberitakan sebelumnya, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Banjar bertambah bertambah enam orang. Lima di antaranya warga Langensari dan satu orang warga Pataruman.

Baca juga : Tak Ada Drainase, Pasar Banjarsari Ciamis Tergenang Air

Tim pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar dr H Agus Budiana Ekaputra mengatakan keenam warga yang positif Covid-19 tersebut yakni S (37), L (33), J (68), T (72) dan N (39).

“Mereka diduga terpapar oleh anaknya yang mudik dari Depok, selang dua hari di Banjar balik lagi ke Depok. Setelah itu, dapat informasi yang bersangkutan meninggal dunia,” ujar dia kepada wartawan Senin (21/9).

Kata dia, keluarga yang sempat kontak dengan yang bersangkutan langsung di-swab test 10 September. Hasilnya baru keluar kemarin. Mereka dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Sedangkan yang satu positif dari wilayah Pataruman berinisial SN (41) itu merupakan swab test masif di Puskesmas Pataruman 2,” tandasnya. (nto)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.