Tim Covid-19 Tingkat RW di Kota Tasik Sudah Dibentuk, Begini Tugasnya..

1150
1

KOTA TASIK – Tim gugus tugas tingkat Rukun Warga (RW) di wilayah Kota Tasikmalaya sudah dibentuk pemerintah.

Hal itu diungkapkan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman.

Tim ini, kata Budi, bertugas mencegah penyebaran corona seperti penyemprotan disiinfektan, pendataan pemudik serta memberikan edukasi tentang bahaya virus tersebut.

“Ya, gugus tugas sudah mulai dibentuk sampai ke paling bawah tingkat RW. Tiap kelurahan sedang memproses pembentukannya sekarang,” ujar Budi kepada radartasikmalaya.com, Jumat (3/04) pagi.

“Tapi, saya minta jangan sampai nantinya ada protes dari warga dalam pelaksanaannya, apalagi sampai menarik biaya penyemprotan disinfektan dari masyarakat. Awas saya peringatkan. Sudah dengar ada yang seperti itu,” sambungnya.

Budi menerangkan, gugus tugas tingkat RW ini pun nantinya harus memberikan pengertian dan pemahaman kepada masyarakat untuk menjalankan arahan pemerintah daerah maupun pusat terkait corona.

Hal ini diperlukan supaya seluruh warga tak ada yang menyepelekan lagi tentang bahaya wabah corona ini.

“Kelurahan-kelurahan sudah membentuk ke bawah, nanti edukasinya melalui apa saja, bagaimana kita cegah. Selama ini mereka belum ngerti, harus paham masyarakat. Yang penting lebih baik di rumah saja,” terangnya.

Adapun anggaran seluruh kegiatan penanganan corona tiap kampung ini, lanjut Budi, akan dibebankan kepada bantuan kelurahan yang masing-masing telah mendapatkan Rp 1 miliar lebih.

Mekanismenya nanti akan diatur oleh tiap kelurahan tentang kebutuhan biayanya melalui pembentukan personil gugus tugas tiap RW tersebut.

Hal ini sebagai upaya serius memerangi corona oleh Pemkot Tasikmalaya yang membutuhkan kerjasama dengan masyarakat.

“Paling utama kesadaran masing-masing warga, gunakan masker karena meminimalisasi penyebaran virus. Kalau selama 30 hari pemerintahan dan masyarakat kompak saya yakin kita bisa melewati wabah ini secara cepat,” ujarnya.

“Jangan tanggung-tanggung, jangan setengah-setengah dan tim harus memahami langkah ini untuk kepentingan bersama,” tegas Budi.

Jika pencegahan oleh gugus tugas dan seluruh masyarakat bisa menekan penyebaran, tim medis pun tak akan kewalahan serta mampu maksimal mengobati orang-orang yang terjangkit selama ini.

“Kelengkapan tenaga medis selalu menyampaikan hindari jaga jarak jika harus ke luar rumah. Artinya supaya tidak terlalu banyak yang dirawat nantinya. Kalau semakin banyak tenaga medis akan kewalahan dan tak akan maksimal dalam penanganannya,” bebernya.

(rezza rizaldi)5

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

  1. Didaerah cicurug kota Tasikmalaya, diminta biaya untuk penyemprotan disinfektan sebesar Rp. 10.000…bagaimana ini????

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.