Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.1%

19.7%

8.1%

68.1%

Tim Covid-19 Tutup Paksa 7 Cafe di Kota Tasik karena Ini..

893
0
Razia tim Covid-19 Kota Tasik radartasikmalaya.com
Tim Gugus Tugas Kota Tasik saat memberikan sanksi sosial kepada pelanggar protokol kesehatan, Jumat (04/09) dini hari. istimewa for radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya terus bergerak memberikan sanksi kepada para pelanggar protokol kesehatan yang tak pakai masker maupun yang melanggar jam buka usahanya.

Informasi yang radartasikmalaya.com himpun dari Satpol PP Kota Tasik hingga Jumat (04/09) siang, total jumlah pelanggar protokol kesehatan sudah mencapai 1.358 pelanggar.

Dari ribuan pelanggar itu masih didominasi pelanggar warga yang tak pakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

Sedangkan untuk tempat usaha terdapat 32 pelanggaran yang mendapat peringatan tertulis.

Dari total 32 pelanggaran tempat usaha seperti cafe dan minimarket itu, kebanyakan didominasi cafe.

Dan 7 diantaranya diberikan sanksi penutupan sementara. Demikian dikatakan Kabidtrantibum Satpol PP, Yogi Subarkah.

“Cafe yang kita tutup sementara itu melanggar jam operasional. Mereka melanggar jam buka melebihi jam 23.00 WIB,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com.

Terang Yogi yang ditemui di ruangan kerjanya, sesuai dengan yang telah ditentukan piham dinas teknis Pariwisata dan Indag, untuk cafe dan minimarket itu jam 23.00 WIB wajib tutup.

Razia tim Covid-19 Kota Tasik radartasikmalaya.com
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasik melakukan razia di kafe dan tempat makan.

“Nah kebanyakan buka melebihi jam operasional itu. Kasusnya kebanyakan petugas kita yang mengambil kebijakan. Kalau pelanggarannya jam operasional kita berikan sanksi tertulis awalnya,” terangnya.

Beber dia, jika pelanggarannya ada indikasi mau mengelabui petugas maka ditutup langsung sementara.

Pengambilan keputusan menutup sementara cafe itu adalah diskresi petugas untuk menilai permasalahannya seperti apa.

“Karena ada beberapa kasus cafe yang kita tutup langsung. Itu karena sifatnya mereka berupaya untuk mengelabui petugas dengan berbagai alasan,” bebernya.

“Nah dalam waktu 3 hari usai ditutup, mereka (cafe, Red) silakan buka lagi. Bisa dibuka lagi ketika mereka mengajukan dibuka ke Bidang Ops setelah 3 hari ditutup paksa asalkan mentaati berbagai persyaratan dan membuat pernyataan,” sambungnya.

Setelah dianalisa tim, tambah Yogi, pihak cafe yang ditutup diperbolehkan buka. Tapi kalau mereka melanggar lagi akan disanksi lebih berat lagi.

“Yaitu penutupan permanen dan izinnya dicabut ataupun pencabutan izin permanen. Nah itu diskersi petugas yang menentukannya. Jadi jangan ada yang main-main dengan protokol kesehatan ini,” tambahnya.

Sementara itu terkait pelanggar tak pakai masker alasannya kebanyakan karena dekat rumah tak pakai masker, lupa, dan hilang. Itu alasan para pelanggar yang tak pakai masker.

“Padahal kan alasan apapun mereka keluar rumah dan di tempat publik ya harus tetap pakai masker. Dari sekian banyak pelanggaran itu kebanyakan memilih sanksi sosial,” katanya.

Jelas Yogi, ada juga warga yang melanggar protokol kesehatan yang mau bayar denda. Diapun mengakui banyak yang ingin bayar denda tapi menitipkan uangnya.

“Yang begitu ya kita tolak. Karena yang kita terima hanya bukti setoran bayar denda saja. Yang bersangkutan sendiri yang harus membayar denda,” jelasnya.

Hingga hari ini sebanyak 25 pelanggar protokol kesehatan beraktivitas di luar rumah tak pakai masker yang membayar denda ada 25 orang. Sedangkan yang memilih sanksi sosial totalnya 1.328 pelanggar.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.