Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.8%

7.3%

69.8%

Tim Gugus Covid-19 Jabar Pantau Kota Tasik, Begini Katanya

925
0
Sanksi tak Bermasker di Kota Tasik radartasikmalaya.com
Pelanggar protokol kesehatan di Pasar Cikurubuk saat mendapat sanksi dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jabar, Jumat (28/08) siang. screenshoot for radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat (Jabar) pantau langsung penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) ke Kota Tasik, Jumat (28/08) siang.

Berdasarkan hasil pemantauan itu, kesadaran masyarakat di Kota Tasik dalam penerapan protokol kesehatan, khususnya menggunakan masker, diklaim cukup baik.

Sekretaris Gugus Tugas Covid Provinsi Jabar, Daud Achmad mengatakan, kesadaran masyarakat Kota Tasik dalam mengenakan sudah di atas 80 persen.

Menurut dia, peningkatan kesadaran itu merupakan efek dari penerapan sanksi kepada para pelanggar protokol kesehatan.

“Kita apresiasi Pemkot Tasik dan Gugus Tugas yang terus melakukan sosialisasi dan pengawasan penerapan protokol kesehatan,” katanya kepada wartawan.

Berdasarkan catatan, Pemkot Tasik telah menerapkan sanksi denda kepada para pelanggar protokol kesehatan yang berlaku efektif sejak 10 Agustus 2020.

Penerapan sanksi itu merupakan turunan dari Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 60 Tahun 2020 tentang Sanksi Administratif terhadap Pelanggaran Tertib Kesehatan dalam PSBB dan AKB.

Daud menerangkan, penerapan sanksi denda itu merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan masker.

Sebab, ia tak menutup mata, masih ada masyarakat yang abai menerapkan protokol kesehatan.

Namun, sejak penerapan sanksi diberlakukan, kesadaran masyarakat Jabar dalam menggunakan masker cenderung meningkat.

Berdasarkan laporan yang diterima Gugus Tugas Covid-19 Jabar, sebelum ada sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan, tingkat kedisiplinan masyarakat yang dalam mengenakan masker hanya 70 persen.

Angka itu meningkat setelah ada sanksi diberlakukan, menjadi 80 persen. “Secara umum masyarakat (Jabar) sudah 70 persen disiplin protokol kesehatan,” terangnya.

Kendati demikian, Daud menambahkan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penggunaan masker.

Sebab, masih banyak masyarakat yang belum sadar dengan penggunaan masker.

Padahal masker itu sangat ampuh untuk bisa memutus rantai penularan Covid-19. “Harapan kita, masyarakat yang masih melanggar protokol kesehatan bisa disiplin,” tambahnya.

Ia mengingatkan, terdapat tiga hal yang bisa dilakukan diri sendiri dalam memutus rantai penularan Covid-19.

Tiga hal itu adalah memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

“Khusus menggunakan masker, itu sangat mudah dilakukan. Itu sebagai bentuk kepedulian kita terhadap kesehatan diri sendiri dan orang lain,” tandasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.