Timbulkan Bau, Limbah Kelapa Dikeluhkan Warga

294
0
PULANG KERJA. Karyawan PT Pecu Pangandaran saat keluar dari pabrik. Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
PULANG KERJA. Karyawan PT Pecu Pangandaran saat keluar dari pabrik. Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya

PANGANDARAN – Limbah kelapa dari PT Pacific Eastern Coconut Utama (Pecu) Pangandaran yang masuk ke Sungai Citonjong Sidamulih kerap menimbulkan bau tidak sedap.

Apalagi di saat musim kemarau seperti sekarang ini, pihak pabrik sendiri sedang berupaya untuk mengatasi permasalahan limbah tersebut.

Humas PT Pecu Pangandaran Roni mengatakan untuk mengatasi permasalahan limbah kelapa diperlukan tambahan Instalasi Pengelolaan Air limbah (IPAL), akan tetapi mereka terkendala pengadaan lahan.

”Jadi kita tidak memiliki cukup lahan untuk membuat IPAL, jadi selama satu tahun ini kita jalan di tempat,” ungkapnya kepada Radar, Rabu (17/7).

Pihaknya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Pangandaran membantu penyediaan lahan tersebut. ”Ya istilahnya menjembatani dengan pihak pemilik lahan, karena kebetulan di seberang sungai ada lahan milik PT Stratas, kita mungkin bisa diizinkan mengelola tanah tersebut “ jelasnya.

Ia khawatir jika dipaksakan membangun IPAL di tanah tersebut, akan berurusan dengan hukum. ”Kalau untuk penyediaan alat kita tidak masalah, hanya terkendala lahan saja,” ujarnya.

Untuk pembuatan IPAL baru, kata Roni, dibutuhkan lahan seluas 1.000 sampai 2.000 meter. ”Karena bagaimanapun kita harus ada IPAL baru, kita butuh lahan yang luas,” tuturnya.

Salah seorang warga Anton Sugandi (60), mengatakan akibat dari pencemaran limbah yang sudah berlarut-larut, banyak biota sungai yang mati. ”Termasuk ikan juga sulit dicari,” terangnya.

Ia berharap PT Pecu bisa mengatasi masalah limbah tersebut, agar tidak mengganggu lingkungan sekitar. ”Ya harus diatasi, karena permasalahan ini sudah lama,” tegasnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.