Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.1%

88.5%

3.1%

0.3%

5.9%

0%

1%

0%

Tindakan Lempar Sperma ke Wanita, Salurkan Seks yang Aneh Nyeleneh

440
0

KOTA TASIK – Pimpinan pondok Pesantren Ihya As-Sunah Paseh, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Ustadz Maman Suratman, angkat bicara soal tindakan asusila SN (25), yang melakukan pelemparan sperma di Jalan Raya Kota Tasik.

“Kasus ini (lempar sperma, Red) menjadi satu fenomena yang menyedot perhatian kita. Karena itu adalah satu hal yang aneh dan nyeleneh. Ini merupakan salah satu penyakit yang kaitannya dengan masalah seksual,” ujarnya yang ditemui radartasikmalaya.com, Senin (18/11) di Mapolres Tasikmalaya Kota.

Terang dia, aksi ini mungkin salah satu sensasi yang dirasakan pelaku dengan cara yang aneh dan nyeleneh.

“Tapi pada prinsipnya menurut pandangan agama itu adalah satu bentuk penyimpangan yang perlu disikapi bersama. Kemudian dicarikan juga jalan keluarnya agar dia (tersangka SN) bisa sembuh dari penyakitnya,” terangnya.

“Karena tindakan pelaku ini sangat berbahaya ditinjau dari berbagai sisi. Tentunya ini juga tak patut. Apalagi dipandangan agama ini adalah tindakan sangat menyimpang. Mudah-mudahan ini hanya satu kasus saja, dan tak ada yang lain,” sambungnya.

Dia membeberkan, aksi asusila pelaku tersebut mungkin karena tidak punya regulasi diri kaitan dengan seksualitasnya.

“Ini (tindakan pelaku) menurut saya bukan sesuatu yang instan. Kemungkinan ini sudah alam dan menjadi satu bagian daripada kehidupan dia. Yang tentunya asal-muasalnya dari dia banyak melihat juga menyerap hal-hal yang tak sepantasnya untuk diserap dan dilihat. Terutama dengan film-film (porno) yang tidak pantas,” bebernya.

Tambah dia, tindakan pelaku ini ketika tidak bisa tersalurkan seksualitasinya dengan baik dan benar, akhirnya mencari bentuk sensasi seperti melempar sperma di jalan raya.

“Dalam hukum Islam ini kategorinya onani. Tapi onani ini dilakukan sendiri, kaitannya dengan dia berdosa kepada Allah SWT. Tapi ini kan ada objek (korban),” tambahnya.

Jelas dia, perbuatan pelaku SN ini karena ada juga objek yang terganggu dan melecehkan orang lain.

“Ini juga sangat tidak dibenarkan di dalam agama. Tentunya harus ada hukuman untuk tindakan seperti ini,” jelasnya.

(rezza rizaldi/ radartasikmalaya.com)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.