Tingkat Kerawanan Kelima, Basarnas Genjot Personel

32
SIMBOLIS. Direktur Bina Potensi Badan Nasional SAR Bandung Marsekal Pertama TNI F Indrajaya SE MM menyematkan tanda peserta simbolis pembukaan pelatihan personel, Jumat (15/3), DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

MANGUNREJA – Kabupaten Tasikmalaya berada di urutan kelima se-Indonesia tingkat kerawanan bencana. Menyikapi hal tersebut, Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung menggelar pelatihan personel Pos SAR Tasikmalaya, Jumat (15/3).

Direktur Bina Potensi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Marsekal Pertama TNI F Indrajaya SE MM mengatakan, pelatihan ini akan dilaksanakan 16-19 Maret di Situ Sanghyang, Kecamatan Tanjungjaya.

“Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di Pos SAR Tasikmalaya untuk tercapainya operasi SAR yang cepat, tepat, aman dan terpadu,” ujarnya kepada wartawan usai upacara pembukaan pelatihan kemarin.

Jelas dia, pihaknya memiliki 38 kantor SAR di seluruh Indonesia, termasuk POS SAR Tasikmalaya. Semuanya akan melaksanakan pelatihan potensi SAR secara serentak. Mulai dari pelatihan water rescue, hutan maupun di pegunungan dan ketinggian.

“Jadi ketika ada bencana kemampuan personel siap dalam melakukan pertolongan dan pencarian saat bencana. Termasuk SDM di POS SAR Tasikmalaya, karena Kabupaten Tasikmalaya urutan ke- 5 tingkat kerawanan bencananya di Indonesia,” paparnya.

Lanjut dia, bencana yang sering terjadi di Kabupaten Tasikmalaya di antaranya longsor, banjir, orang tenggelam di sungai, bahkan ada potensi tsunami di pesisir pantai Tasik Selatan. Maka dari itu, personelnya harus siap dalam menghadapi potensi bencana yang ada.

Tempat yang sama, Kepala Cabang Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Deden Ridwansyah menambahkan tugas utama Basarnas yang harus diketahui masyarakat adalah penanganan kecelakaan pesawat dan kapal. Kemudian kondisi membahayakan manusia seperti tenggelam, membantu BPBD atau BNPB dalam tanggap darurat bencana.

“Basarnas mencatat dari 2018 hingga Maret 2019, sudah 20 kasus kejadian orang tenggelam yang kita tangani. Intensitasnya sangat luar biasa. Diharapkan dengan pelatihan ini bisa meningkatkan SDM dalam menghadapi berbagai potensi bencana,” pungkasnya. (dik)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.