Tingkat Konsumsi Ikan Masih Kurang

23
0
BERNYANYI. (Kiri ke kanan) Hj Rukmini, Wakil Wali Kota H Muhammad Yusuf, Wali Kota H Budi Budiman, dan Hj Eti Atiyah menyanyikan lagu “Aku Suka Makan Ikan” pada kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), Rabu (17/7). Firgiawan / Radar Tasikmalaya

CIHIDEUNG – Perhelatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-47 Provinsi Jawa Barat di Lapangan Dadaha pada hari kedua, Rabu (17/7), diramaikan dengan berbagai kegiatan. Salah satunya kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Kegiatan diikuti ribuan kader PKK serta pelajar.

Ketua Forum Peningkatan Makan Ikan (Forikan) Kota Tasikmalaya Dra Hj Eti Atiyah mengatakan, kegiatan itu merupakan program nasional dalam meningkatkan konsumsi ikan masyarakat. “Protein ikan jelas lebih tinggi dari daging, telur, dan susu. Jadi lebih menyehatkan dan menguatkan. Apalagi ikan mudah didapat di pasar, dan di lingkungan. Karena banyak tersedia,” ujarnya dalam kegiatan.

Dia menjelaskan harga ikan relatif murah dibanding lauk lainnya. Untuk itu, adanya Gemarikan di Kota Tasikmalaya dapat mendorong kesadaran masyarakat. Mengonsumsi ikan karena kebutuhan bukan keterpaksaan.

“Ini telah sekian lama dicanangkan, tetapi masih terdapat banyak kendala seperti rendahnya pemahaman masyarakat kaitannya dengan manfaat mengonsumsi ikan,” tutur Ketua Tim Penggerak PKK tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya H Iwan Kurniawan mengatakan, tingkat konsumsi ikan saat ini di angka 22 ribu kilogram per kapita per tahun. Sementara secara nasional ada di angka 40 ribu.

“Untuk di Jepang yang merupakan negara maju sangat tinggi bisa sampai 80 ribu kilogram per kapita per tahunnya,” kata Iwan.

Dia berharap dampak lain dari program Gemarikan dapat memotivasi kreativitas pelaku usaha di bidang perikanan, kuliner dan lain sebagainya sehingga dapat menyajikan varian menu supaya lebih menarik dan diminati. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.