Tingkatkan Kualitas Madrasah

3

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Ketua Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKG MI) Kota Tasikmalaya Arip Ripandi SPdI terpilih menjadi menjadi salah satu peserta kegiatan Character Building Performance Recharging bersama Tim Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama Republik Indonesia (GTK-Kemenag RI) di Hotel Forest Bogor pada 4-6 Oktober 2018.

Arip yang juga Kepala MI Persis Gandok ini mengaku antusias karena menjadi salah stau peserta acara tersebut. Banyak ilmu dan wawasan untuk kemajuan dan perkembangan madrasah.

“Undangan ini adalah suatu kehormatan bagi saya secara pribadi dan kebanggaan bagi keluarga besar madrasah Kota Tasikmalaya. Terlebih pada kegiatan tersebut dihadiri dari utusan Kabid Pendidikan Madrasah se Indonesia,” terang Arip kepada Radar, Minggu (7/10).

Selama kegiatan, terang Arip, selain pemaparan materi juga ada forum sharing informasi bersama Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia Prof Dr H Suyitno MAg dan Kasubdit GTK MI/MTs Kemenag RI Kidup Supriyadi. Di akhir kegiatan ada outbond sebagai salah satu upaya peningkatan karakter, performa serta kerjasama tim.

Lanjutnya, bahasan yang dikemukan dalam forum tersebut di antaranya terkait bijakan sertifikasi melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG), Insentif Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil (GBPNS), tunjangan kinerja untuk PNS, anugerah Mahkamah Konstitusi untuk Guru PKN dan lain-lain.

“Jadi sesuai dengan yang disampaikan dalam forum, untuk pembayaran TPG sampai Desember sudah masuk ke Direktorat jenderal Anggaran (DJA). Begitu juga untuk insentif GBPNS juknisnya sudah ada dan tinggal distribusi anggaran dari GTK,” ujarnya.

Selain itu GTK juga menginformasikan dari 19 ribu calon peserta PPG yang diajukan hanya 7 ribu yang diterima dan untuk bisa lolos tes awal harus mendapat nilai minimal 63 dan dinyatakan lulus sampai akhir minimal 74.

Selain itu, sambungnya, Direktorat GTK juga menginformasikan terkait pola Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan pertemuan 16 minggu, workshop 5 minggu, PPL 3 minggu dan ada ujian pengetahuan serta ujian kinerja.

Arip mengatakan, informasi ini sangat penting bagi keluarga madrasah sehingga bisa menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan. Supaya ke depannya mutu pendidikan di madrasah meningkat. (ais)

loading...