Perekaman dan Pencetakan e-KTP di Tingkat Kecamatan Terbentur UU

Agar Lebih Manusiawi, Begini Pelayanan di Disdukcapil

628
0
MANUSIAWI. Pelayanan pembuatan e-KTP saat ini dipusatkan di dalam gedung di Disdukcapil Kota Tasikmalaya. Hal ini menunjukkan pelayanan yang lebih manusiawi. foto; salsabila ainurrohman / radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Gudang arsip KPU yang berada di samping kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tasikmalaya, Jalan Ir H Juanda, sejak sepekan lalu beralihfungsi menjadi ruang tunggu pelayanan administrasi kependudukan untuk warga Kota Tasikmalaya.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Disdukcapil Kota Tasikmalaya H Imih Misbahul Munir MSi.

Pemanfaatan gedung menjadi ruang pelayanan administrasi kependudukan, kata Imih, merupakan satu upaya untuk meningkatkan kepuasan layanan bagi masyarakat.

“Sebelumnya, pelayanan administrasi kependudukan Disdukcapil Kota Tasikmalaya mendapat banyak keluhan dari warga,” ujarnya.

Menurut Imih, hal itu dilakukan karena melihat kondisi tempat tunggu antrian yang sangat minim dan tak layak. Sementara jumlah warga yang datang mencapai ratusan orang setiap harinya.

“Sekarang pelayanannya jadi lebih terhormat. Sebelumnya bisa dibilang kurang manusiawi, berdesakan diluar ruangan, harus berdiri dan panas. Sekarang sudah di dalam gedung dengan kapasitas yang jauh lebih besar, bisa duduk, dan ada kipas angin juga walau ala kadarnya,” ungkap Imih saat ditemui di kantornya, Kamis (26/4/2018).

Imih mengatakan, dulunya bangunan tersebut merupakan GOR milik Kabupaten Tasikmalaya, lalu berganti menjadi gudang arsip KPU.

“Nah, sekarang kita fungsikan untuk peningkatan kapasitas pelayanan pada masyarakat. Untuk pelayanan e-KTP semula kita hanya melayani 200, sekarang jadi 500,” tandasnya.

Meski demikian, pihaknya mengaku masih banyak hal yang perlu ditingkatkan untuk memaksimalkan pelayanan bagi masyarakat.

Salah satunya adalah dari penambahan jumlah SDM Disdukcapil yang saat ini masih sangat terbatas.

“Sebetulnya kami ingin tiap kecamatan itu bisa melakukan perekaman sampai pencetakan e-KTP, supaya kami tidak kewalahan. Tapi amanat Undang-undang menyebutkan pencetakan e-KTP hanya bisa dilakukan oleh pegawai Disduk. Jadi kami belum bisa melimpahkan seluruhnya ke Kecamatan karena statusnya masih pegawai kecamatan,” papar Imih.

Untuk itu, pihaknya berharap petugas di kecamatan dapat dialihkan statusnya menjadi petugas Disdukcapil.

Dengan adanya pelayanan cetak e-KTP di masing-masing kecamatan, tambah Imih, maka akan mempercepat proses pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat.

“Pelayanan publik itukan kuncinya kemudahan, kecepatan, dan kemurahan. Kalau di tiap kecamatan juga tersedia kan lebih mudah dan cepat, dan gratis,” jelasnya.

Ditemui di tempat yang sama, Nia Nurjanah (28) warga Gunung Balaba, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes mengatakan bahwa pelayanan administrasi Disdukcapil di gedung yang baru saat ini lebih memuaskan.

“Iya jadi lebih leluasa soalnya tempatnya luas dan kursinya lebih banyak. Semoga kedepannya ya lebih ditingkatkan lagi lah misalnya pelayanannya lebih dipercepat prosesnya,” ujarnya. (sal)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.