Segera Dibangun Layanan Terpadu Satu Atap untuk Perlindungan Pekerja Migran

Tingkatkan Perlindungan dan Pelayanan Pekerja Migran, Pemerintah Akan Membangun LTSA di Kota Tasikmalaya

200
KERJA SAMA. Wakil Wali Kota Tasikmalaya H Muhammad Yusuf usai membahas rencana pembangunan LTSA PPMI bersama Perwakilan Kemenaker, BNP2TKI, BNP3TKI Jawa Barat dan Disnaker Provinsi Jawa Barat Selasa (23/4).

BUNGURSARI – Pemerintah berencana membangun Layanan Terpadu Satu Atap Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (LTSA PPMI) di Kota Tasikmalaya. Selasa, (23/4).

Perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), BNP3TKI Provinsi Jawa Barat melakukan penjajakan program bersama Pemkot di Bale Kota.

Kepala Sub Direktorat Dokumen Visa dan Keimigrasian BNP2TKI Adi Purwanto menjelaskan LTSA dibangun di Kota Tasikmalaya untuk meminimalkan persoalan pekerja migran Indonesia yang berasal dari daerah, khususnya Priangan Timur. Sebab, saat ini Jawa Barat merupakan penyumbang pekerja migran atau tenaga kerja Indonesia (TKI) terbanyak.

“Tahun sebelumnya hampir 60 ribu lebih terdata PMI asal Jawa Barat, termasuk Priangan Timur penyumbang cukup besar,” ujarnya usai silaturahmi di ruang rapat wakil wali kota.

Saat ini penyumbang pekerja migran Indonesia (PMI) terbanyak dari Indramayu, Cirebon, Subang, Sukabumi dan Karawang.

Tasikmalaya pun apabila dilihat dari data imigrasi terdapat sekitar 200 orang yang mengurus paspor pekerja. Untuk itu, kata dia, adanya LTSA diharapkan koordinasi antar dinas terkait di setiap daerah, mulai pemberangkatan sampai pemulangan PMI bisa terkoordinir. “Termasuk mengurangi praktik percaloan yang kerap menjadi persoalan PMI di daerah,” tuturnya.

Adi mengatakan nantinya LTSA secara struktur berada di bawah Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), peruntukannya untuk melayani calon PMI di wilayah Priangan Timur.

“Adanya LTSA, nanti pengurusan dokumen, syarat kesehatan, SKCK nanti bisa dilaksanakan satu atap. Intinya memberi kemudahan dan kenyamanan pelayanan, termasuk menghimpun data PMI setiap daerah,” katanya menjelaskan.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Drs H Muhammad Yusuf menyambut baik rencana tersebut. Pihaknya akan mencari lokasi yang tepat dalam menyiapkan pembangunan layanan bagi PMI, supaya representatif dan mudah diakses.

“Ada bantuan dari pusat dan provinsi, katanya disiapkan Rp 500 juta untuk tahun ini. Nanti kita gunakan untuk pelayanan. Kita akan cari tempat khusus yang representatif membangun LTSA,” terangnya.

Menurutnya kehadiran LTSA PMI ditaksir semakin mendukung Kota Tasikmalaya menjadi rujukan Priangan Timur dari beragam urusan. Terutama ketika tenaga kerja yang hendak berangkat ke luar negeri, mesti mengantongi beberapa persyaratan dari luar daerah.

“Kita ketahui untuk cek kesehatan itu rujukannya ke Cirebon. Insyaallah adanya LTSA, warga yang hendak bekerja di luar negeri bisa menekan cost kalau syarat-syarat administratif bisa ditempuh di Kota Tasikmalaya,” ujar Yusuf. (igi)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.