Tips Agar Bayi Tidak Lahir Prematur

22
0

Kelahiran prematur tentunya tak ingin terjadi pada semua ibu hamil. Mencegahnya dengan memperhatikan beberapa aspek.
Dosen Prodi Kebidanan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia Dr dr Andi Muhammad Multazam SKed MKes memberikan beberapa tips.

  • Perhatikan Usia

Kehamilan di bawah usia 17 tahun dan di atas 35 tahun lebih berisiko melahirkan bayi prematur. Risikonya tiga sampai lima kali lipat lebih besar. Pada kasus melahirkan di usia terlalu tua disebabkan kualitas sel telur yang menurun.

Adapula riwayat kelahiran prematur pada anak yang sebelumnya, akan berisiko pada kelahiran selanjutnya. Kemungkinan hal ini karena kemampuan rahim sang ibu yang tidak kuat.

  • Beri Jarak

Jarak kelahiran yang terlalu dekat juga menjadi faktor risiko bayi terlahir prematur. Normalnya jarak dari kelahiran sebelumnya yakni tiga sampai lima tahun. Jarak ini untuk mempersiapkan kondisi ibu selama kehamilan agar lebih fokus menjaga nutrisi dan pola hidupnya yang lebih sehat.
Hindari Stres

Terlalu capek dan stres akan berisiko terhadap kelahiran prematur. Calon ibu yang mengalami preklamsia atau keracunan kehamilan saat hamil juga berisiko. Pada kasus lain, seseorang dengan riwayat penyakit jantung atau penyakit menular seksual berisiko melahirkan bayi prematur.

  • Cukupi Nutrisi

Selama hamil, cukupi kebutuhan nutrisi yang seimbang agar berat badan tak rendah dan juga terlalu berlebihan. Pola hidup yang tidak sehat bahkan sebelum hamil juga berisiko karena bisa menyebabkan diabetes. Riwayat penyakit diabetes yang dialami calon ibu berisiko membuat bayi lahir prematur.

Loading...

Selain itu, hindari stres dan terlalu lelah, karena dapat membuat pengentalan darah yang akan mengganggu sirkulasi darah dan oksigen masuk ke janin, akhirnya dapat terjadi keguguran.

“Saat bekerja berat juga, rahim akan berkontraksi akhirnya berisiko mengalami keguguran. Kekuatan fisik saat hamil itu sangat berbeda dengan ketika belum hamil,” tambah Alumnus Profesi Dokter Universitas Muslim Indonesia tersebut.

Hindari merokok, minum alkohol dan kafein saat kehamilan. Kafein akan mempercepat denyut jantung yang tak baik bagi ibu hamil. Namun, kekuatan rahim tiap perempuan sangat berbeda-beda, Tak kalah penting, mewaspadai terjadinya accident seperti benturan tertentu di area perut. (ind)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.