TKW Asal Pangandaran Kabur dari Malaysia, Dapat Ini dari PKK

141
0

PANGANDARAN – Ketua TP PKK Kabupaten Pangandaran, Hj Ida Nurlaela didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja, Industri Dan Transmigrasi, Sobar Sugema menemui Hilda Mulyani (25), warga Pangandaran yang sempat tersandung masalah di Malaysia.

“Kami mendapatkan laporan dari pihak BNP2TKI, ada warga Pangandaran yang baru dipulangkan dari Malaysia. Setelah kami cek identitasnya ternyata benar, karena itu kami segera mengurus kepulangannya dan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah, saya bersama ibu Bupati menemuinya untuk memberikan dukungan moril sekaligus sedikit bantuan untuk menambah modal usaha,” tutur Sobar kepada Radar, kemarin(26/12).

Diceritakannya, Hilda berangkat ke Malaysia menggunakan paspor turis dan tidak terdaftar di dinasnya sebagai Tenaga Kerja Wanita Indonesia (TKW).

“Hilda berangkat ke Malaysia dan menjadi TKW tidak resmi disana, berangkat kesana juga menggunakan paspor turis,” ujarnya.

Dikatakannya, pemerintah daerah sangat peduli untuk membantu kepulangannya ke Pangandaran, sekaligus juga memberikan bantuan.

Ia menambahkan, ada sekitar 300 warga Pangandaran yang terdaftar sebagai TKI di luar negeri. Pihaknua mengimbau agar warga yang bekerja sebagai TKW menempuh jalur resmi sehingga keberadaannya terpantau oleh pemerintah daerah.

“TKW yang tidak resmi itu sulit diditeksi, kami tidak tahu jumlahnya, biasanya kalau sudah bermasalah baru ada laporan, termasuk ada lagi kasus salah satu warga Desa Masawah Kecamatan Cimerak yang katanya disekap oleh majikannya di Arab Saudi beberan bulan yang lalu, kami sedang cari tau,” ungkapnya.

Sementara itu, Hilda bercerita jika dirinya tergiur oleh tawaran saudaranya untuk bekerja di Malayasia. “Sekitar April 2019 lalu, saya ditelepon sama saudara saya, majikannya nawarin kerjaan,” tuturnya.

Ia kemudian memutuskan untuk berangkat ke Malaysia. Disana, Hilda dipekerjakan sebagai pengasuh orangtua.

“Selama disana saya gak dapat gaji, karena biaya pemberangkatan ditanggung oleh majikan. Jadi alasannya untuk pengurusan pemberangkatan,” jelasnya.

Namun demikian, dirinya juga mendapat informasi akan dipekerjakan lagi ke orang lain.

“Saya takut akhirnya berusaha kabur lalu mendatangi kantor Kedutaan Indonesia di Malaysia untuk minta perlindungan,” ujarnya.

Ia kemudian dipulangkan oleh pihak kedutaan di Malaysia melalui BNP2TKI yang mengurus proses pemulangan hingga penjemputan.

“Alhamdulillah saya bisa pulang, saya tidak mau lagi bekerja disana,” ujarnya.

(nana suryana)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.