TNI Akan Membantu Pembangunan Rumah

78
0
LAPUK. Komandan Koramil 1111/Tarogol Kapten Inf Dedi Saepuloh bersama anggotanya Serka Ahmad Sodikin mengunjungi rumah Aroh Jumat (19/7). Dia akan membangunkan rumah layak huni untuk keluarga tersebut. Yana Taryana / Rakyat Garut

TAROGONG KALER – Komando Rayon Militer (Koramil) 1111/Tarogong akan segera membangunkan sebuah rumah untuk keluarga Aroh Juharoh (63). Saat iniu Aroh tinggal di rumah panggung tidak layak huni bersama satu anak, dua cucu dan dua cicitnya di Kampung Tegal Jambu RT 2/4 Kelurahan Pananjung Kecamatan Tarogong Kaler.

“Pembangunan kami rencanakan pada hari Senin atau Selasa pekan depan. Lokasi rumahnya masih berada di Tegal Jambu, namun berbeda RT,” ujar Komandan Koramil 1111/Tarogong Kapten Inf Dedi Saepuloh kepada wartawan usai melihat kondisi rumah Aroh Jumat (19/7).

Pihaknya ingin membangunkan rumah untuk keluarga tersebut berawal dari laporan anggotanya, Serka Ahmad Sodikin yang bertugas dan tinggal di wilayah tersebut. Anggotanya mengatakan bahwa ada satu keluarga yang tinggal di rumah tidak layak huni.

Anggotanya juga telah menghibahkan tanah. Sehingga pihaknya langsung merespon dan mendorong untuk langsung dibuatkan rumah bagi keluarga tersebut. “Saya juga melihat rumahnya sangat prihatin, takut rubuh,” katanya.

Serka Ahmad Sodikin menghibahkan sebagian tanah miliknya kepada keluarga tersebut karena merasa prihatin. “Sudah tidak layak lagi ditempati rumahnya, jadi saya bantu,” ujarnya.

Dengan niatnya yang kuat untuk membantu, ternyata banyak anggota Koramil dan dermawan yang ingin ikut membantu membangun rumah janda tua itu. “Lahan yang saya berikan itu lebih dari cukup untuk membangun rumah sederhana yang layak huni. Apalagi di usia tuanya Mak Aroh yang penglihatannya alami gangguan, butuh istirahat di tempat layak,” ujarnya.

Aroh Juharoh (63) mengaku gembira dan bersyukur dengan adanya bantuan pembangunan rumah. “Saya sangat berterima kasih kepada bapak terntara. Saya hanya bisa mendoakan semoga bantuan ini menjadi amal yang besar nanti,” katanya.

Dia tinggal di gubuk bersama anak, cucu dan cicitnya sudah 25 tahun. Awalnya tanah yang tempatinya miliknya, tetapi sudah dijual kepada tetangganya. “Setelah dijual uangnya habis. Tetangga kasihan, disuruh tinggal lagi di sini,” ujarnya.

Aroh mengakui kondisi rumahnya sudah lapuk. Ketika turun hujan, air selalu masuk dan mengakibatkan lantai dan bilik menjadi lapuk. “Saya tidak bisa berbuat apa-apa, karena suami sudah meninggal dan anak saya juga tidak punya biaya untuk memperbaiki rumah. Jadi pasrah saja,” ujarnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.