Tohidin Merasa Jadi Tumbal Kasus Money Politik di Pangandaran

62
0
Loading...

PANGANDARAN – Sidang kasus dugaan money politic atau politik uang yang terjadi di Pilkada Pangandaran kembali berlanjut di Pengadilan Negeri Ciamis.

Salah seorang terdakwa Tohidin Warga Desa Paledah Kecamatan Padaherang menyampaikan pledoi kepada dirinya. Didampingi kuasa hukumnya Kukun Abdul Syakur, meminta saudara Tohidin dibebaskan atas segala tuduhan.

Salah satu alasannya karena saat memberikan amplop Tohidin tidak mengucapkan kalimat mengarahkan untuk memilih salah satu pasangan calon. “Klien kami hanya ditumbalkan, dia hanya dititipi saja,” kata Kukun dalam persidangan.

Dia juga meminta penegak hukum mengusut penyandang dana yang memberikan 70 amplop kepada Tohidin. “Harus diusut juga siapa penyandang dananya. Kan di acara itu jelas ada calon bupati dan rombongannya,” ucapnya.

Baca juga : Tim AMAN tak Terima Putusan Bawaslu Pangandaran

loading...

Ia menilai perkara ini seperti ada mata rantai yang terputus dan tidak menjangkau sumber uang. “Mobil putih punya siapa, bagi penyidik tentu itu bukan perkara yang sulit, sepeda motor hilang saja bisa ditemukan. Itulah kami merasa klien kami ditumbalkan dalam perkara ini,” ujarnya.

Hal lain yang menurut Kukun harus menjadi pertimbangan adalah mengenai rasa keadilan karena hanya sebagian penerima saja yang diperiksa. “Dalam aturannya kan pemberi dan penerima sama-sama bersalah. Ini ada 70 amplop, berarti ada 70 penerima. Mengapa hanya sebagian penerima saja yang diperiksa, harusnya demi rasa keadilan semua penerima diperiksa,” jelasnya.

Pembacaan putusan dalam perkara dugaan money politic ini, akan dilakukan pada tanggal 25 Januari mendatang. (den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.