Kali Ini Warga Menolak Minimarket di Cihaurbeuti

Toko Modern Kembali Ditolak

78
ilustrasi toko modern

CIAMIS – Pendirian toko modern di Ciamis kembali ditolak warga. Sebelumnya warga di Jalan Kapten Murod Idrus tidak setuju dengan keberadaan minimarket berjaringan. Kali ini penolakan terjadi di Dusun Desa Kidul Desa Cihaurbeuti.

Tokoh Pemuda Kecamatan Cihaurbeuti Galih Hidayat SH mempertanyakan berdirinya toko modern yang mulai beroperasi sekitar dua minggu hingga kemarin itu. Padahal, beberapa bulan ke belakang, pengusaha meminta izin kepada warga untuk pendirian toko kelontongan.

”Toh setelah dapat tanda tangan warga dan pihak pemerintah desa, kecamatan, sekarang berdirinya jadi toko modern. Jadi kami sebagai warga merasa dibohongi,” jelas Galih.

Galih heran atas berdirinya mini­market tersebut. Karena sepe­ngetahuannya, kuota untuk pen­dirian toko modern di Kecamatan Cihaur­beuti sudah habis. Tahu-tahu su­dah berdiri dan sudah beroperasi jual beli tanpa mengantongi izin. ”Ma­kanya kami mempertanyakan hal ini kepada pihak pemerintah, terutama Satpol PP segera melakukan langkah tindakan untuk menutupnya, kalau tidak kami yang akan bergerak,” tegasnya.

Dihubungi terpisah, Usman Hakim, supervisor toko modern berjaringan nasional di Kecamatan Cihaurbeuti menjelaskan soal perizinan ada, namun pihaknya sampai Kamis (10/1) masih belum megang surat-suratnya. Dia pun akan mengecek ke pihak kantornya. “Kalau perizinannya pasti ada dan baru dua mingguan kami beroperasi,“ jelasnya.

Kepala Bidang Pelayanan Perizinan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Ciamis Agus Yani mengaku belum mengeluarkan izin soal toko modern di Cihaurbeuti tersebut.

Sebelumnya, kata dia, pihak pengusaha toko modern, kata dia, memang sebelumnya pernah mengajukan izin pendirian ke dinasnya. Namun, sejauh ini pihaknya masih melakukan kajian.

“Jadi kita belum mengeluarkan izin,“ paparnya.

Alasan pihaknya belum mengeluarkan izin, kata dia, karena belum ada rekomendasi Disperindag. ”Pada dasarnya kita belum mengeluarkan izin untuk minimarket tersebut,“ ungkapnya.

Kepala Seksi Penyidikan dan Penyelidikan Satpol PP Kabupaten Ciamis Bandi Subroto SIP menjelaskan bahwa minimarket di Cihaurbeuti diindikasi tidak berizin. Untuk itu Satpol PP akan melakukan tindakan sesuai aturan, tentunya akan mempelajari dulu sejauh mana perizinannya.

Sejauh ini, kata dia, dari pihak minimarket memang sudah tembusan bahwa mereka memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). namun izin tempat usaha untuk toko modern tidak ada.

Bagaimana dengan persetujuan dari masyarakat atau tetangga? Itu, kata Bandi, sudah ada. Rekomendasi desa juga menyatakan keterangan domisili perusahaan sudah ada dan IMB-nya untuk usaha.

“Memang bila disebutkan toko modernnya tidak ada, tapi kan tempat usaha itu luas. Bisa untuk toko modern, toko dan yang lainnya. Artinya luas,“ ungkapnya.

Bandi menambahkan saat ini pendirian toko modern tidak lagi berdasarkan kuota. Sesuai Perda Nomor 15 tahun 2017 pendirian toko modern yang penting terdapat kajian dari pihak ketiga terkait situasi ekonomi atau kebutuhan masyarakat, rencana tata ruang wilayah untuk wilayah perdangangan di Cihaurbeuti bisa atau tidaknya.

“Makanya kami perlu pendalaman, pengkajian terlebih dahulu,“ ujarnya. (isr)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.