Tokoh Harus Bisa Menyejukkan

31

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Persoalan pembakaran bendera ber­tuliskan La Ilaha Illallah akan panas jika disikapi de­ngan emosi. Para tokoh perlu meredam massa dari kelompoknya masing-masing supaya situasi tidak semakin memanas.

Ketua PD Muhammadiyah Kota Tasikmalaya Drs H Syarif Hidayat MSi mengatakan dalam kondisi ini figur tokoh tidak boleh demagog. Artinya tidak boleh menyerukan sesuatu dengan mengatasnamakan kepentingan umat yang berdampak kepada keruhnya suasana.

“Dalam politik ada istilah demagog, seorang tokoh itu jangan demagog,” ungkapnya kepada Radar, Kamis (25/10).

Justru, kata dia, dalam kondisi ini massa perlu motivasi yang bisa menyejukkan suasana. Selama masing-masing pihak saling menyalahkan, maka kondisi akan terus memanas dan permasalahan tidak akan tuntas. “Ini perlu peranan dari tokoh untuk bisa meredam emosi massa,” kata Wali Kota Tasikmalaya periode 2007-2012.

Hal ini, kata Syarif, menjadi masalah karena satu kubu menilai itu bendera tauhid, sedangkan kubu lainnya menilai bendera HTI. Kedua perspektif berbeda inilah yang menjadi dasar permasalahannya.

Pandangan H Syarif, apa yang dibakar itu memang tidak bisa dipastikan sebagai bendera HTI karena tidak ada keterangannya. Sedangkan tulisan La Ilaha Illallah pada bendera tersebut merupakan kalimat sakral bagi umat Islam. “Wajar jika banyak masyarakat muslim bereaksi,” katanya.

Dijelaskannya, ada yang namanya The Self atau diri sendiri. Namun tidak berarti diri sendiri itu hanya seseorang, karena memiliki keterikatan dengan personal lain yang menjadi bagian. “Jadi ketika satu disakiti, yang lainnya akan bereaksi,” terangnya.

Mengutif kata-kata dari Prof Paul Tilich, agama disebut sebagai Problem of ultimate concern. Karena agama adalah permasalahan mutlak dan akan menimbulkan reaksi yang cukup ekstrem. “Oleh karena itu hendaknya berhati hati dan menghindari bermain-main atau mempermainkan urusan agama,” terangnya.

Menurutnya, pelaku yang membakar bendera hanya lalai dan kurang memahami makna dari bendera tersebut berikut risikonya. Karena jika pun bertujuan mengamankan maka tidak perlu dibakar dengan iringan lagu terlebih sampai didokumentasikan.

“Seyogyanya kalau diamankan diambil dan disimpan saja atau diserahkan kepada aparat,” pungkasnya. (rga)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.