Tokoh Serukan Jabatan Wakil Bupati Diisi

109
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi kursi pejabat

Tokoh masyarakat Kabupaten Tasikmalaya mendorong posisi Wakil Bupati (Wabup) Tasikmalaya segera terisi. Supaya pemerintahan bisa berjalan baik dan seimbang.

Seperti diutarakan Ketua MUI Kabupaten Tasikmalaya KH Ii Abdul Basyit, yang mengaku telah diminta saran Bupati Tasikmalaya H Ade Sugianto SIP soal pengisian orang nomor dua tersebut.

“Kebetulan saya pernah diajak diskusi soal wabup, dan saya sarankan agar pemerintah ini lancar sebaiknya diisi,” ujar KH Ii saat ditemui Radar di Pondok Pesantren Sukahideng Jumat (17/5).

Namun, kata KH Ii, keputusan diisi atau tidaknya wabup menjadi kewenangan Ade Suginato dan parpol pengusung. ” Semuanya hak bupati untuk memutuskan,” ungkapnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Manuk Heulang Ajengan Mimih Khaeruman mengungkapkan urusan wakil bupati bukan masalah berpendapat. Tetapi apakah konstitusi menganggap wakil bupati itu penting ada atau tidak.

“Itu menurut saya. Jadi sesuai dengan undang-undang bahwa seandainya lebih dari 18 bulan sisa masa jabatan bupati, maka wakil harus hadir,” terannya kepada Radar kemarin..

Kecuali, kata dia, sisa masa jabatannya kurang dari 18 bulan. Tapi faktanya saat ini, sisa jabatan bupati masih di atas 18 bulan, maka posisi wakil bupati penting untuk diisi secara konstitusi.

“Ya kalau konstitusi atau undang-undang menyebut seperti itu, ya sebaiknya diisi. Ya kita ikut aturan saja. Mendorong pemerintahan kita ini patuh terhadap aturan,” paparnya.

Ajengan Mimih mengaku pernah berkonsultasi dengan Bupati Ade Sugianto terkait posisi wabup, dan kala itu, kata Mimih, tidak ingin keluar dari aturan. “Bupati sudah berbicara seperti itu, jadi tidak bisa menghindar. Saya bilang laksanakan konstitusi itu sebagaimana mestinya. Nama yang diusung oleh PAN dan PKS harus dipertimbangkan,” tambahnya. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.