Tower di Kantor BPN Garut Ambruk, 1 Tewas 4 Luka-luka

171
0
PERIKSA. Petugas memeriksa ruangan yang tertimpa tower Senin (15/6). Akibat ambruknya tower di Kantor ATR/BPN, satu orang pekerja meninggal dan empat pegawai luka-luka. yana taryana / rakyat garut

GARUT KOTA – Seorang pekerja yang tengah membongkar tower di Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Garut di Jalan Pramuka Kecamatan Garut Kota meninggal dunia Senin (15/6).

Korban yang diketahui bernama Daud (60) meninggal setelah tower yang akan dibongkar tiba-tiba roboh.

Baca juga : Lagi, Positif Corona di Garut Nambah 2 dari Kadungora & Leuwigoong

Selain itu, empat orang di dalam kantor BPN mengalami luka-luka akibat tertimpa material bangunan yang terkena reruntuhan tower.

“Untuk pekerja yang meninggal itu, setelah jatuh puluhan meter dari atas tower yang roboh. Kalau empat orang luka-luka mereka adalah pegawai BPN dan petugas dari desa yang sedang rapat di dalam kantor,” ujar Panit Reskrim Polsek Garut Kota Ipda Amirudin Latif kepada wartawan kemarin.

Menurut dia, empat orang yang mengalami luka tengah melakukan rapat di kantor BPN Garut lantai dua.

Saat rapat masih berlangsung, tower yang roboh menimpa bagian atap kantor dan menimpa peserta rapat.

“Dugaan sementara, robohnya tower akibat putusnya kawat seling penahan tower. Kondisi kawat selingnya sudah berkarat dan usia towernya juga sudah cukup lama,” katanya.

Pihaknya sudah melakukan pemeriksaan dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Tim identifikasi dari Polres Garut sendiri sudak melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

Terpisah, Surya (50), salah seorang pekerja yang ikut membongkar tower menyebut sebelum kejadian dia dan rekannya Daud tengah membongkar tower.

Surya bertugas menahan tali untuk menurunkan tower.

“Teman saya, Daud, bertugas di atas tower. Ada empat orang yang bekerja menurunkan tower ini,” ucapnya.

Sekitar pukul 11.00, tower yang sedang dalam pembongkaran itu tiba-tiba ambruk. Daud yang sedang berada puluhan meter di atas tower ikut terjatuh.

“Waktu roboh, Daud masih ada di atas. Dia terluka dan dibawa ke rumah sakit,” katanya. Setelah mendapat perawatan di RSUD dr Slamet Garut, nyawa Daud tak bisa tertolong. Ia menderita luka berat karena terjatuh puluhan meter.

Dihubungi terpisah, Kepala ATR/BPN Kabupaten Garut Hayu Susilo mengatakan tower di kantor lama ATR/BPN memang sudah lama mau diturunkan.

Sejak dua tahun lalu pihaknya mencari pekerja profesional yang bisa membongkar tower.

“Setelah dicari-cari kami dapat pihak ketiga. Ternyata ada yang sanggup. Orang-orang itu profesional karena sudah terbiasa mengerjakan itu (membongkar tower),” kata Hayu saat dihubungi, kemarin.

Hayu menyebut tower tersebut sudah beberapa kali diminta pihaknya untuk diturunkan.

Pasalnya, tower itu sudah tak berfungsi. “Saya juga kurang tahu tower untuk apa. Tapi kami sebut tower Larasita (Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Tanah),” ujarnya.

Proses penurunan tower sudah dilakukan sejak dua minggu lalu. Setelah lebaran, para pekerja mulai membongkar satu per satu bagian tower. “Saya nggak tahu (soal kondisi tower).

Mereka sudah naik turun selama dua minggu nggak ada masalah kok,” ucapnya.

Baca juga : Karantina Mandiri Kampung Baeud Garut tak Diperpanjang

Saat ditanya tujuan membongkar tower, Hayu mengatakan jika tower itu akan diturunkan karena kawat penyangganya sudah ada yang putus.

Jika tak diturunkan, ia khawatir akan berisiko lebih parah. “Kami hanya berupaya mengamankan. Makanya kami cari orang profesional. Towernya juga sudah tidak berfugsi daripada bahaya, lebih baik diturunkan,” katanya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.