Tak Ada Armada Sampah ke Akses Ciawi-Singaparna

TPS Liar di Jalan Cising

23
DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA TUMPUKAN SAMPAH. Jalan Ciawi-Singaparna (Cising) di Desa Indrajaya Kecamatan Sukaratu dihiasi tumpukan sampah Jumat (11/1).

SUKARATU – Warga di Desa Indrajaya mengeluhkan tempat pembuangan sementara (TPS) sampah liar di Jalan Ciawi-Singaparna (Cising), Jumat (11/1). Adanya TPS tersebut mengganggu aktivitas masyarakat.

Aceng Sukandar (45), pengendara motor mengatakan sangat terganggu dengan adanya TPS di pinggir jalan. Selain merusak pemandangan, aromanya membuat yang melintasi dan warga sekitar terganggu.

“Kalau lewat sini aroma tidak sedap cukup menyengat tercium. Kami meminta pemerintah segera bertindak untuk membereskan tumpukan sampah ini,” ungkapnya kepada Radar kemarin.

Iwan Kuswandi, warga sekitar menambahkan sering melihat warga yang membuang sampah di lokasi tersebut. Mulai dari yang mengendarai sepeda motor atau berjalan kaki sambil melemparkan bungkusan sampah ke lokasi tersebut. Tapi, biasanya selang beberapa hari ada motor roda tiga yang mengangkut tumpukan sampah itu.

“Namun, ini sudah beberapa hari hingga menumpuk sekali belum ada yang mengangkutnya. Sehingga cukup mengganggu,” paparnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Tasikmalaya Drs Bambang Alamsyah MM mengatakan pihaknya sudah berupaya untuk membersihkan sampah yang berada di pinggir Jalan Cising, tepatnya di Desa Indrajaya Kecamatan Sukaratu.

“Lokasi itu sudah terpetakan dan diketahui sebagai tempat buang sampah oleh LH. Bahkan sempat kita bersihkan sebulan yang lalu,” kata Bambang.

Namun, terang Bambang, lokasi pembuangan sementara sampah liar ini belum masuk lokasi yang menjadi jalur pengambilan sampah oleh armada truk dari Dinas LH. “Karena masih keterbatasan armada yang kita miliki,” jelasnya.

Oleh karena itu, Bambang meminta kepada masyarakat dan aparat desa serta kecamatan bersama-sama melakukan upaya pembersihan dan mencari alternatif lokasi sebagai tempat pengelolaan sampah sementara sebelum diangkut oleh armada.

Di samping itu, Bambang meminta dilakukan upaya pengelolaan sampah berbasiskan pemberdayaan masyarakat. Sehingga masyarakat bisa membentuk kelompok swadaya untuk mengolah dan mengelola sampah sebelum dibuang.

“Pembuangan sampah ke TPS akhir betul-betul sampah yang terbuang. Tetapi sampai saat ini kita belum mencapai ke sana. Jadi peningkatan kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pun harus ada,” tambahnya. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.