Transportasi Online Tingkatkan Ekonomi

20
0

JAKARTA – Kehadiran transportasi online meningkatkan perekonomian masyarakat, sekaligus mengurangi pengangguran di Tanah Air. Staf Ahli Ekonomi dan SDM Kementerian Ketenagakerjaan Aris Wahyudi mengatakan, pihaknya juga telah memberikan edukasi kepada pengemudi taksi dan ojek online untuk memiliki asuransi.

“Dari sisi ketenagakerjaan hak-hak dan keselamatan kerja juga sudah kita sampaikan agar ada kesadaran untuk memiliki asuransi atau jaminan sosial tenaga kerja, banyak yang sudah sadar dan berinisiatif untuk mendaftarkan diri,” ujar dia dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (7/8).

Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Bisnis UI Bagus Takwin menuturkan, bahwa pengemudi ojek online memaknai pekerjaan mereka lebih dari sekadar uang namun memiliki rasa kepuasan kerja dan kebahagiaan.

“Dari hasil penelitian ini rata-rata tingkat kebahagiaan mitra Go-Jek yang menjadi responden kami itu di angka 24,3 dari skala 35. Artinya secara umum mitra Go-Jek atau pengemudi ojek online cukup luas dengan hidupnya yang menjadi lebih baik dan bahagia saat memiliki profesi sebagai pengemudi ojek online,” papar Agus.

Menurut dia, data tersebut menunjukkan hal positif. Sebab jutaan pengemudi ojek online atau taksi online menggantungkan hidupnya dari mata pencaharian sebagai pengemudi transportasi online. Dia menyebutkan, dari 6000-an responden yang diambil sebagai sample menunjukkan hasil yang positif terhadap kepuasan dan kebahagiaan kerja.

Hasil penelitian ini, kata dia, menemukan bahwa perasaan sebagai pahlawan sehari-hari dan penghargaan yang diperoleh dari manajemen Go-Jek membuat mitra pengemudi merasa bahagia.

“Bahkan mereka berbagi dengan melakukan kegiatan sosial untuk yang membutuhkan, rasa persaudaraan di antara mitra pengemudi juga sangat kuat,” ungkap Takwin.

Sementara Kepala Lembaga Demografi (LD) FEB UI Turro S Wongkaren mengatakan, penelitian kualitatif ini merupakan penelitian lanjutan dari dampak ekonomi mitra Go-Jek terhadap perekonomian Indonesia.

Pada riset sebelumnya, LD menghitung bahwa kontribusi Go-Jek terhadap perekonomian Indonesia berkisar di angka Rp 44,2 hingga 55 triliun jika menggunakan asumsi 100 persen mitra pengemudi aktif dengan jumlah tidak kurang dari 1,7 juta orang (angka yang tercatat saat ini) di 2019. Ditargetkan tahun depan angkanya akan meningkat seiring penambahan jumlah pengemudi ojek online.

“Artinya profesi ini berkontribusi cukup besar terhadap perekonomian dan menjawab persoalan lapangan pekerjaan dan penambahan pendapatan masyarakat,” katanya. (ds/din/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.