Polres Ciamis Ungkap Empat Kasus Obat-obatan Terlarang dan Miras Oplosan

Truk Pengangkut Makaroni, Bawa Miras Oplosan

146
0
AMANKAN. Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso SIK mengekspos pelaku peredaran miras, kepemilikan obat-obatan terlarang psikotropika dan narkotika, Selasa (23/7). FOTO: IMAN S RAHMAN/RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Selama Juni 2019, Satuan Narkoba Polres Ciamis berhasil mengungkap empat kasus minuman keras oplosan dan kepemilikan obat-obatan terlarang psikotropika dan narkotika.

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso SIK menerangkan, dalam kasus jaringan peredaran obat jenis hexymer, pihaknya menangkap seorang pelaku berinisial IP (19) asal Jalan Cipto Mangunkusumo Kecamatan Ciamis. Dia ditangkap di rumahnya pada 1 Juni. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti (barbuk) berupa 50 butir obat hexymer dan uang hasil penjualan Rp 125.000.

Pelaku adalah seorang pengedar. Dia mendapatkan obat hekymer dari R asal Ciamis yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO). IP membeli obat dari R sebanyak 100 butir atau 10 bungkus. Setiap bungkus berisi 10 butir dengan harga Rp 50.000. IP menjual sebungkus obat itu sebesar Rp 60.000. Dengan demikian, pelaku mendapatkan keuntungan total Rp 100.000 dari 10 bungkus. “Kasus tersebut kita kenakan UU RI No 36/2009 tentang pasal 196 jo pasal 198 dengan ancaman  pidana penjara 10 tahun dengan denda paling banyak Rp 1 miliar,” kata Bismo saat ekspose kasus kepada wartawan, Selasa (23/7).

Selanjutnya, Satuan Narkoba berhasil mengungkap kasus peredaran psikotropika pada 7 Juni. Polisi mengamankan DU (24) asal Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. Dia ditangkap di SPBU Cikole Desa Sukasetia Kecamatan Cihaurbeuti saat akan mengedarkan psikotropika. Dari pelaku, polisi mengamankan 50 butir alprazolamn merek xanax dan tujuh butir netrazepam merek dumolid.

DU merupakan seorang pengguna sekaligus pengedar. Dia mendapatkan obat-obat itu dari C yang kini masuk DPO dan diduga berasal dari Bandung. “Pelaku kita jerat dengan UU No 5/1997 tentang Psikotropika, telah memenuhi unsur pasal 62 dengan ancaman pidana penjara lima tahun, dengan denda paling banyak Rp 100 juta,” ucapnya.

Kemudian, Satuan Narkoba mengungkap kasus peredaran narkotika pada 24 Juni. Obat-obatan ini akan diedarkan ke wilayah Pangandaran. Dari kasus ini, AL (36) asal JaIan Buninagara Kota Tasikmalaya diamankan di Rumah Makan Padang dia Jalan Raya Babakan Kabupaten Pangandaran. Dari pelaku, polisi mengumpulkan lima butir narkotika jenis pil ekstasi.

Pelaku merupakan pengguna sekaligus pengedar. Dia sudah bertransaksi beberapa kali. Obat-obatan yang ada di pelaku dibeli dari AK asal Bandung yang kini masuk DPO. Per lima butir ekstasi itu dibanderol Rp 1,5 juta. “Pelaku kita kenakan tentang narkotika pasal 112 ayat (1) dengan ancaman pidana  penjara empat sampai12 tahun, denda paling berat Rp 800 juta,” katanya.

Terakhir, Satuan Narkoba berhasil menggagalkan pengiriman minuman keras (miras) oplosan jenis ciu dalam truk dari Bekonang Solo Jawa Tengah ke Cineam Kabupaten Tasikmalaya pada 27 Juni. Miras tersebut disembunyikan oleh kernet berinisial AS (24) asal Cineam di kabin truk belakang jok kemudi. Truk ini diamankan di rest area SPBU Nagrak saat mengisi bahan bakar.

Truk ini merupakan pengangkut makaroni dari Solo tujuan Tasikmalaya. AS membawa ciu tanpa sepengetahuan sopir. Ciu yang dibawa pelaku itu sebanyak 125 botol yang dikemas dalam delapan karton bekas air mineral. Dia membeli miras itu sebesar Rp 1,5 juta dari A asal Solo yang masuk DPO. Pelaku akan menjual lagi miras tersebut sebesar Rp 4 juta di wilayah Cineam. “Pelaku sudah lima bulan membawa ciu dari Solo ke Cineam Tasikmalaya untuk dijual lagi,” katanya.

Menurut Bismo, miras oplosan sangat berbahaya bagi yang meminumnya karena tidak bisa diketahui campuran apa saja yang ada di dalam miras tersebut. Bahkan, sudah banyak korban melayang akibat mengonsumsi ciu di berbagai daerah. Pelaku dikenakan pasal 204 KUHP dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen 1999 dengan ancaman pidana lima tahun sampai 15 tahun dengan denda Rp 2 miliar. “Dari pengungkapan empat kasus ini, masih terus kembangkan guna menggagalkan segala bentuk peredaran narkoba,” katanya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.