Tuding Berkata Rasis, Mahasiswa Kota Banjar Desak Anggota Dewan Minta Maaf

195
0

BANJAR – Koordinator Forum Keluarga Mahasiswa Kota Banjar Awwal Muzakki meminta anggota Komisi I DPRD Kota Banjar Husin Munawar meminta maaf terkait pernyataan yang tidak mengenakan kepada mahasiswa saat audiensi terkait studi banding belum lama ini.

Kata dia, pihaknya meminta Husin menarik pernyataannya dan mengklarifikasi dugaan rasisme terhadap struktur kepemimpinan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Banjar. Sehingga persoalan ini tidak sampai melebar dan menjadi kekisruhan.

“Kami mengutuk keras perkataan Husin pada saat audiensi dengan HMI di ruang paripurna DPRD belum lama ini. Sikap tersebut tidak mencerminkan seorang publik figur yang mewakili masyarakat,” ujarnya, menjelaskan.

“Adanya perkataan yang mengandung rasisme sangat menyinggung dan menghina kami sebagai mahasiswa Kota Banjar khususnya dan masyarakat pada umumnya. Ucapannya pun sangat tidak berdasar dan terkesan memperlihatkan kebodohannya sendiri serta tak mencerminkan dirinya sebagai pejabat publik yang mengemban amanah rakyat,” ujarnya, menambahkan.

Maka dari itu, kata dia, persoalan ini menuntut Forum Keluarga Mahasiswa Kota Banjar akan bersikap. Sehingga, ke depannya perkataan atau tindakan yang mengandung rasisme ini tidak terjadi lagi.

“Kami menuntut DPRD Kota Banjar secara personal dan institusional segera bertanggung jawab secara landasan akademik atas perkataan yang mengandung rasisme tersebut. Kemudian menuntut DPRD Kota Banjar secara personal dan institusional untuk segera meminta maaf secara terbuka atas perkataan yang mengandung rasisme tersebut,” katanya.

Baca Juga : Hasil Studi Banding Dewan Kota Banjar Dipertanyakan, HMI Minta Transparan Anggaran

Kata dia, apabila DPRD Kota Banjar tidak memenuhi tuntutan dalam waktu 3×24 jam, Forum Keluarga Mahasiswa akan melakukan aksi demonstrasi dengan kekuatan yang besar sampai tuntutan ini terpenuhi.

Ketua HMI Cabang Kota Banjar Ramdhani membenarkan jika dirinya berasal dari luar Kota Banjar, tepatnya dari Kabupaten Ciamis. Namun, saat audiensi itu oknum anggota dewan tidak patut menyatakan perkataan yang bernada rasisme. Karena HMI sendiri mengadakan audiensi itu untuk keterbukaan kegiatan studi banding seluruh komisi ke Bali.

“Ya barangkali beliau saat itu sedang agak keliru sehingga harus terucap kalimat yang demikian. Tetapi saya pribadi tidak terlalu begitu risau atas pernyataan itu, sebab secara legitimasi, saya sah sebagai kader HMI yang ruang lingkup kerja cabangnya adalah di Kota Banjar dan bisa dipertanggung jawabkan melalui proses hukum,” katanya.

“Harapan saya hal ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk bisa lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat, terkhusus bagi para tokoh publik. Yang jika tidak hati-hati, akan berdampak pada tindakan-tindakan rasisme serta kegaduhan massal di Kota Banjar,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi anggota Komisi I DPRD Kota Banjar Husin Munawar membantah menyampaikan pernyataan yang mengandung rasisme terhadap HMI.

“Tolong pak ucapan saya yang bernada rasisme katanya yang mana persisnya, narasinya seperti apa yang dipermasalahkan? Di sana selain dari rekan-rekan HMI ada juga media dan anggota DPRD juga unsur lain bahkan ada notulen dari sekwan,” katanya. (cep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.