KH Asep : Indomaret Harus Minta Maaf

Tuduh Santriwati Mencuri, Santri Ponpes Miftahul Huda Tuntut Oknum Pegawai Minimarket Minta Maaf

7299
2

TASIK – Massa santri Pondok Pesantren Miftahul Huda bersama masyarakat mendatangi Indomaret Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya Kamis (2/1). Mereka menuntut pihak manajemen minimarket tersebut meminta maaf, karena oknum pegawainya telah menuduh santriwati mencuri.

Pimpinan Umum Ponpes Miftahul Huda Manonjaya KH Asep Maoshul Affandy me­ngata­kan aksi pa­ra santri, yang diikuti ju­ga sebagian ma­syarakat men­datangi In­do­maret, itu merupakan spon­tan. Aksi ter­sebut se­bagai bentuk solidaritas kepada san­tri. Karena oknum pegawai In­domaret sudah merendahkan santri dengan langsung menuduh mencuri tanpa ada bukti.

“Hal serupa pun bukan pertama kali terjadi. Santri dari pesantren lain pun pernah mengalami. Maka dari itu, kami menuntut pihak Indomaret meminta maaf secara terbuka dan juga melalui media massa,” ujar KH Asep Maoshul saat menghubungi Radar, Kamis (2/1).

KH Asep menjelaskan, kejadian itu berawal pada Rabu (1/1) sekitar pukul 11.00. Waktu itu, empat santriwati meminta izin resmi untuk membeli kebutuhan dan diantar pengurus. Kemudian mereka berbelanja kebutuhan ke Indomaret Manonjaya.

Pada saat sedang memilih barang, pegawai bagian pemeriksaan barang Indomaret, kata KH Asep, melihat ada barang yang kurang. Dari hitungan dia empat yang ada di etalase, namun hanya tiga dan langsung menuduh santri Miftahul Huda yang sedang berbelanja.

Salah satu santriwati yang dituduh langsung dibawa ke ruang pemeriksaan bersama pegawai minimarket tersebut.

“Tapi setelah dilakukan pemeriksaan buktinya tidak ada. Bahkan dalam CCTV tidak ada pengambilan barang yang dilakukan oleh santri, jadi tidak ada bukti,” ujarnya, menjelaskan.

Setelah itu, santri pulang dan mengaku syok saat menceritakan kejadian memalukan tersebut kepada pengurus. Karena, pada saat difitnah mencuri, saat itu di Indomaret sedang banyak masyarakat yang berbelanja. Saat itu juga tidak ada klarifikasi atau penjelasan dari Indomaret kepada masyarakat yang ada di sana bahwa santriwati itu tidak terbukti mencuri.

“Jadi ini persoalannya terkesan ada stigma negatif dari pihak Indomaret terhadap santri. Kemudian ada opini masyarakat yang sedang ada di situ dan tidak ada klarifikasi bahwa santri itu tidak benar, mencuri,” katanya.

Memang, kata KH Asep, malam harinya, pegawai yang memeriksa santriwati itu datang secara pribadi ke Ponpes Miftahul Huda untuk meminta maaf.

“Kami kecewa kepada yang berbisnis di daerah Manonjaya. Kami meminta pihak Indomaret klarifikasi. Ini demi citra santri. Kemudian diharapkan harus menghilangkan stigma negatif terhadap santri, kemudian prosedur perusahaannya seperti apa sampai menuduh tanpa ada bukti yang jelas,” ujar KH Asep.

Soal kedatangan santri dan masyarakat ke Indomaret kemarin, kata KH Asep Maoshul, merupakan aksi spontan. Mereka menuntut agar pihak pengelola minimarket itu minta maaf.

“Itu spontan tidak ada perintah, para santri bahkan ada dari berbagai elemen masyarakat berkumpul mendatangi minimarket tersebut, meminta supaya pihak Indomaret minta maaf. Masalahnya kan bukan hanya sekali ini saja kasusnya,” ungkap KH Asep Maoshul.

Menurut KH Asep, pada intinya dari pihak Pondok Pesantren Miftahul Huda tidak menyuruh atau memberi instruksi kepada para santri mendatangi minimarket tersebut.

“Saya juga kaget. Begitu antusias para santri. Jadi ada anggapan, semacam sikap antipati dari pihak pengelola minimarket kepada santri,” kata KH Asep.

Kebetulan, tambah KH Asep, pada saat para santri dan masyarakat datang ke minimarket tersebut, pihak pengelola tidak ada di tempat, termasuk minimarketnya sudah ditutup.

“Tidak ada di tempat, lagi di luar orangnya. Saya lagi mengurus ngaji. Tidak ada perintah. Spontan saja santri. Ternyata bukan hanya santri saja yang datang tetapi masyarakat ikut gabung, karena tahu kondisinya seperti itu,” tegas KH Asep.

Kapolsek Manonjaya AKP Hamzah Nasip mengatakan kedatangan massa ke Indomaret Manonjaya kemarin sore karena tersinggung setelah santri dituduh mencuri di Indomaret. Namun setelah diperiksa, tidak ditemukan apa-apa.

“Barusan sore (kemarin) ada unjuk rasa di Indomaret. Besok (hari ini, Red) juga akan ada unjuk rasa lagi para santriwati,” ujarnya saat diwawancarai Radar tadi malam.

Sementara itu, ketika Radar mengkonfirmasi kepada pihak Indomaret soal permasalahan tersebut, pesan singkat dan telepon dari Radar tidak direspons. (yfi/dil/obi)

loading...

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.