Tuduhan untuk Bayam Campur Tahu

271
0

HOAX tentang informasi kesehatan begitu mudah menyebar dan dipercaya masyarakat. Padahal, mencari tahu kebenaran informasi kesehatan tidaklah gampang. Kita tidak bisa percaya begitu saja pada artikel yang berseliweran di mesin pencarian. Kita harus mencari tahu dari ahlinya.
Contohnya, bahaya makan bayam campur tahu yang disebut dapat mengakibatkan kista. Kabar itu sudah lama menyebar lewat berbagai platform media sosial. Meski kabar hoax tersebut sudah lama muncul, hingga Kamis (12/10) ada yang menyebarkan ulang. Isi pesan lengkapnya seperti ini. ”Tidak disarankan makan bayam dan tahu bersamaan karena jika digabungkan akan membentuk senyawa yang bisa mengakibatkan terbentuknya batu/kista dalam tubuh. (Hasil penelitian Prof Dr Asbudi SpOG).”
Informasi lain melarang makan mentimun saat haid karena bisa mengakibatkan darah haid tersisa di dinding rahim. Bahkan setelah 5–10 hari dapat mengakibatkan pembentukan kista dan kanker rahim. ”Alangkah baiknya bila info ini disebarkan kepada banyak orang sebagai tanda kepedulian kita terhadap sesama. Mencegah lebih baik daripada mengobati.” Begitu penutup dari pesan hoax tersebut.
Beberapa dokter yang dimintai konfirmasi Jawa Pos memberikan jawaban yang sama. Misalnya, ahli kandungan RSUD dr Soetomo dr Poedjo Hartono SpOG. ”Berita itu tidak benar. Tidak ada hubungannya sama sekali,” katanya.
Jawaban serupa disampaikan dr Hari Nugroho SpOG dan dr Hendera Hendri SpOG. Menurut Hari, ada banyak faktor penyebab kista. Hingga sekarang, belum ada yang menentukan penyebab pastinya. Menurut Hari, kista adalah semua bentukan yang menyerupai balon dan dalamnya berupa cairan. ”Kalau di ovarium, namanya kista ovarium,” ujarnya.
Mendiagnosis kista ovarium harus melalui operasi. Kistanya juga diperiksa di bawah mikroskop. Hari menyatakan bahwa kista merupakan gambaran dari banyak penyakit. Penyebabnya juga multifaktor. Bergantung penyakitnya. ”Perlu dilihat dari bentuk, ukuran, dan keluhannya,” jelasnya.
Hingga Kamis kemarin, hoax tentang bahaya memakan bayam dan tahu bersamaan masih tersebar. Salah satu yang membagikan pesan palsu tersebut adalah akun bernama Sampurna Ujang. Ketika berita ini ditulis sekitar pukul 20.00, Sampurna Ujang baru memublikasikan posting-an hoax itu 20 jam sebelumnya.
Sebelum hoax bayam dan tahu, Jawa Pos pernah mengungkap sejumlah informasi palsu yang berkaitan dengan dapur serta kesehatan. Yakni, 10 jenis masakan yang tidak boleh dihangatkan. Sepuluh bahan makanan tersebut adalah sayur bayam, kentang, jamur-jamuran, daging ayam, telur daun seledri, gorengan, santan, ubi dan brokoli.
Menurut pembuat pesan, jika 10 bahan makanan itu dihangatkan, racun bakal muncul. Direktur Akademi Gizi Surabaya Andriyanto menyatakan bahwa tidak semua informasi itu benar. Dia menjelaskan bahwa sayur bayam memang tidak boleh dipanaskan ulang karena berbahaya. Tetapi, aturan tersebut tidak berlaku untuk semua masakan. Prinsipnya, lanjut dia, semua makanan sumber vitamin C, kecuali bayam, jika dipanaskan ulang akan mengakibatkan kandungan vitaminnya berkurang atau hilang. (lyn/gun/c14/fat)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.