Tugas Guru Zaman Now adalah Mendidik

495

GURU adalah pendidik professional dengan tugas mendidik, melatih, membimbing, merencanakan, pembelajaran dan mengevaluasi. Syarat seorang dikatakan sebagai guru ia harus memiliki kompetensi yang diprasyaratkan oleh Undang-Undang Guru dan Dosen Nomor 14 tahun 2005, diantaranya pedagogik, personal, sosial dan profesional.
Kompetensi pedagogik berhubungan dengan keahlian seorang guru dalam bidang materi pelajaran. Dikatakan professional, seorang guru harus memiliki sertifikat pendidik, ini merupakan tanda keprofesian bagi seseorang untuk mengampu mata pelajaran (subject matter) yang akan diajarkan kepada peserta didik, seperti halnya guru PAI ia harus memiliki sertifikat pendidik PAI, begitu pula mata pelajaran lainnya dan atau guru kelas pada sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah.
Keprofesian ini harus dilandasi dengan keilmuan yang baik, tentunya setiap guru harus terus mengembangkan keilmuannya sesuai dengan jabatan profesi yang melekat terhadap dirinya. Kenyataan ini, harus berbanding lurus dengan implementasi pada saat pembelajaran, guru selain memiliki kompetensi yang diprasaratkan dalam undang-undang, tentunya seorang guru di zaman now yang serba digitalisasi harus dapat menguasai teknologi informasi, seperti halnya seorang guru harus sudah mulai beradaptasi dengan internet, mampu mengoperasikan laptop alat pembelajaran lainnya. Sehingga guru tidak lagi ketinggalan informasi oleh siswa/siswinya.
Untuk mendukung guru yang hebat di zaman now ini, selain peran serta pemerintah, tugas dan peran KKG, MGMP dan organisasi profesi sangatlah penting dan diharapkan mampu meningkatkan mutu guru dalam penguasaan teknologi informasi, karena leading sector pemberdayaan guru ada pada organisasi-organisasi tersebut. Jika kegiatan pembelajaran guru tidak diimbangi dengan teknologi yang memadai, tentu pola pembelajaran yang dilakukan guru akan seperti zaman old.
Di zaman now ini, peran guru sangat diperlukan, selain mencerdaskan, tugas guru juga mendidik karakter dengan basis akhlakul karimah. Tidak aneh, jika nanti kita temukan output peserta didik, secara intelektual ia pintar tetapi memiliki kepribadian yang tidak baik. Hal ini disebabkan ketidakseimbangan pembelajaran yang diajarkan di sekolah/madrasah.
Peran serta guru, bukan hanya mencerdaskan tetapi ada tugas mendidik, sehingga baik dan tidaknya akhlak seorang siswa tergantung kepada pembiasaan mereka para siswa selama di sekolah/madrasah, begitu pula kecerdasannya para siswa tergantung pada keberhasilan seorang guru dalam memberikan ilmunya.
Dalam kurikulum revisi 2013, ada tiga hal yang hendak dicapai diantaranya literasi, karater dan kompetensi. Bagaimana seorang siswa menghadapi lingkungan yang terus berubah, maka pendidikan karakter yang diajarkan dan dibiasakan oleh guru di madrasah harus dapat menjawab tantangan ke depan, karakter yang harus dikembangkan guru hari ini diantaranya iman dan takwa, cinta tanah air, rasa ingin tahu, inisiatif, gigih, kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, kesadaran sosial dan budaya.
Kemudian untuk menghadapi tantangan yang sangat kompleks bagi generasi kita mendatang, maka perlu disiapkan sejumlah kompetensi melalui pembiasaan cara berpikir kritis dalam memecahkan masalah, kreativitas yang perlu dikembangkan, komunikasi yang baik serta berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyiapkan bekal kemampuan bagi mereka.
Dua hal di atas tentu harus dapat diwujudkan dari pendidikan dan pembiasaan yang dilakukan para guru di madrasah, yakni melalui pembiasaan berbagai literasi baik baca tulis, berhitung, literasi sains, literasi informasi teknologi dan komunikasi, literasi keuangan, kiterasi budaya dan kewarganegaraan. Inilah diantaranya yang harus disiapkan dan dikembangkan serta dibiasakan para guru di madrasah.
Pada akhirnya, sekalipun seluruh sistem yang disiapkan pemerintah begitu lengkap dan mulia, hal ini dapat dilihat dari tujuan kurikulum pendidikan yang dikembangkan saat ini, tentu itu semua tergantung pada guru, tugas guru sangat berat bukan hanya mengajar tetapi hari ini dan ke depan tugas guru adalah mendidik dan yang paling utama adalah membekali peserta didik dengan keimanan dan ketakwaannya agar memiliki keseimbangan Imtaq dan Iptek. (*)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.