Tugu Adipura Tak Berarti di Malam Hari

65
TANPA PENERANGAN. Tugu Adipura yang dipindahkan dari kawasan Masjid Agung ke simpang Padayungan tidak dilengkapi lampu penerangan, Senin (11/2).Rangga Jatnika / Radar Tasikmalaya

CIHIDEUNG – Setelah dipindahkan dari kawasan Masjid Agung ke persimpangan Padayungan, Tugu Adipura belum dilengkapi penerangan. Dewan meminta tugu bersejarah itu memiliki penerangan mandiri.

Ketua Fraksi Kebangkitan Bulan Bintang Wahid mengatakan penerangan memang bukan hal yang pokok pada Tugu Adipura. Namun, demikian tidak bisa dikesampingkan karena saat malam hari tugu itu seolah tidak terlihat. “Kalau malam memang tidak kelihatan, gelap,” ujar dia kepada Radar, Senin (11/2).

Idealnya, penerangan sudah dimasukkan dalam pekerjaan awal saat Adipura dipindah. Hal itu karena di tempat sebelumnya pun tugu bersejarah tersebut sudah memiliki penerangan. “Waktu di Masjid Agung kan ada lampu-lampu di bawahnya,” tuturnya.

Maka dari itu, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perwaskim) tidak perlu menunggu Dinas Perhubungan untuk menyalakan penerangan jalan umum (PJU). Adipura sudah sepatutnya memiliki lampu penerangan sendiri. “Kalau PJU itu kan secara fungsinya untuk umum atau jalan,” katanya.

Wahid pun membandingkan dengan beberapa penataan taman di lokasi lain seperti halnya median Jalan HZ Mustofa dan Tugu Asmaul Husna. Semuanya memiliki penerangan yang mempercantik lokasi. “Apalagi ini tugu bersejarah, masa dibiarkan gelap,” ucapnya.

Perwaskim memiliki anggaran Rp 1 miliar untuk pemeliharaan kawasan taman, menurut Wahid, dana itu tidak bisa digunakan untuk pengadaan penerangan. Diharapkan ada anggara lain yang lebih sesuai. “Karena kalau pemeliharaan itu yang sudah ada, ini kan penerangannya belum ada,” katanya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.