Tujuh RS TerancamDiputus BPJS

1666
0
PELAYAN BERJALAN. Petugas pelayanan di Rumah Sakit Tasik Medical Center (TMC) Kota Tasikmalaya tetap melayani pasien BPJS Kesehatan, Rabu (26/6). Firgiawan / Radar Tasikmlaya

TASIK – Dari 19 fasilitas ke­sehatan (faskes) rujukan tingkat lanjutan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, tu­juh diantaranya terancam diputus. Itu karena mereka belum mengantongi sertifikat akreditasi rumah sakit.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya dr Hj Triwidi Hastuti Puspitasari MARS, AAK menyebut dari 19 faskes di wilayah Garut-Tasikmalaya, 17 diantaranya merupakan rumah sakit, 1 balai dan 1 unit klinik utama. Sementara, balai dan klinik utama belum diwajibkan akreditasi sebagai syarat mutlak kerja sama dengan BPJS.

“Sementara untuk rumah sakit, itu harus memiliki izin operasional dan terakreditasi yang diuji Komite Akreditasi Rumah Sakit,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (26/6).

Dari 17 rumah sakit tersebut, kata dia, 10 diantaranya sudah terakreditasi. Sementara, 7 lagi belum terakreditasi.

Di wilayah Kota Tasikmalaya terdapat lima rumah sakit yang terancam kerja samanya diputus. Yaitu Rumah Sakit Permata Bunda, RS Prasetya Bunda, RSI Siti Muniroh, RSIA Bunda Aisyah dan RSIA Widaningsih. Sedangkan di Kabupaten Tasikmalaya ada RSIA Respati dan di Kabupaten Garut yaitu RS Annisa Queen.

“Lima diantaranya (rumah sakit, Red) di Kota Tasikmalaya, akhir tahun lalu oleh Kementerian Kesehatan mereka mendapat rekomendasi, kemudahan supaya dapat bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” tutur Widhi.

“Lima rumah sakit itu diberikan waktu maksimal 31 Juni harus sudah akreditasi. Kelimanya, sudah berkomitmen dengan Dirjen Layanan Kesehatan Kemenkes bahwa pada 31 Juni akreditasi sudah selesai dan ditetapkan lulus,” terangnya melanjutkan.

Tetapi, kata dia, sampai saat ini pihaknya belum menerima informasi bahwa rumah sakit tersebut sudah ditetapkan lulus akreditasi sesuai regulasi. Apabila syarat mutlak tersebut tidak terpenuhi, otomatis mereka tidak diperbolehkan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. “Akhirnya jika sampai 31 Juni ini mereka belum terakreditasi, mereka harus putus,” kata dia.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya supaya menelusuri sejauh mana progres ke lima rumah sakit tersebut dalam menempuh akreditasi. Hal itu mengingat, pihaknya menginginkan seluruh rumah sakit yang beroperasi di Kota Tasikmalaya dapat bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan bagi peserta JKN.

“Putus kerja sama itu menyedihkan bagi kami. Tetapi kesalahan juga bagi kami jika terus bekerja sama sementara rumah sakit tidak memenuhi persyaratan mutlak. Di mana aturan itu diamanatkan Undang-Undang tentang Rumah Sakit dan Peraturan Menteri Kesehatan,” jelasnya memaparkan.

Widhi menambahkan, apabila di kemudian hari lima rumah sakit di wilayah Kota Tasikmalaya itu sudah ditetapkan lulus akreditasi, pihaknya siap menerima pengajuan kembali untuk bekerja sama.

“Itu bisa langsung diajukan kembali, istilahnya kredensialing. Apabila syarat mereka terpenuhi, bisa kembali melayani pasien JKN,” ujarnya.

Perbaharuan Akreditasi

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya dr Hj Triwidi Hastuti Puspitasari MARS, AAK menyebut Rumah Sakit TMC saat ini tengah melakukan proses akreditasi kembali. Sebab, pada 31 Juli mendatang, sertifikat tersebut memasuki masa kedaluarsa.

“TMC salah satu rumah sakit dari 10 yang sudah terakreditasi. Tinggal mereka lakukan pembaharuan akreditasi, sebab habisnya sertifikat yang sekarang dimiliki pada 31 Juli mendatang,” ungkapnya.

Apabila sampai tanggal tersebut belum terpenuhi, otomatis tidak dapat kembali bekerja sama dalam melayani pasien JKN. Tetapi, kata dia, masyarakat tidak perlu khawatir. Sebab, saat ini pihak rumah sakit tengah melaksanakan pembaharuan akreditasi, dan pelayanan BPJS tetap berjalan. “Mereka sedang memproses pembaharuan akreditasi. Bahkan pada 9-12 Juli mendatang akan dilakukan survei dari tim akreditasi,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Humas RS TMC Jeko Suryana mengatakan sebelum masa berlaku sertifikat akreditasi, pihaknya sudah memproses pembaharuan. Itu sebagai upaya pihaknya memenuhi persyaratan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Kami pun tetap melayani pasien BPJS baik rawat inap mau pun rawat jalan,” ucapnya.

Jeko menyebut selama ini rumah sakitnya tidak pernah mengalami tunggakan pembiayaan atau kendala apapun, terutama berkaitan kerja sama BPJS Kesehatan.

“Kita sempat kaget ketika ada informasi akan diputus kontrak kerja sama. Sebab, awal Juli mendatang akan datang tim survei dan di tanggal 22 Juli sudah ada konfirmasi hasil kelulusannya,” ujar dia menerangkan. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.