Tukang Becak, Ojek & Sopir Angkot dapat Rp600 Ribu/Bulan dari Polres Kota Banjar

890
2
Kapolres Banjar 9kiri) saat penyaluran bantuan Rp1,2 miliar kepada buruh transportasi informal di Mako Polres Banjar, Senin (11/5). foto: cecep herdi/ radarbanjar

BANJAR – Polres Kota Banjar menyalurkan bantuan Rp1,2 miliar lebih bagi 682 buruh transportasi informal yang terkena dampak covid-19.

Transportasi informal ini diantaranya; pengayuh becak, ojek pangkalan, ojol daring, dan sopir angkot yang beroperasi di Kota Banjar.

Bantuan akan dibagi tiga tahap. Per-orangnya akan diberikan uang tunai Rp600 ribu setiap bulan selama tiga bulan.

“Polri bekerjasama dengan Bank BRI memberikan bantuan kepada para pelaku transportasi informal berupa uang tunai setiap bulannya selama tiga bulan, jadi total satu orang mendapat bantuan Rp1,8 juta,” kata Kapolres Banjar AKBP Yulian Perdana SIK di Mapolres Banjar usai menyalurkan bantuan tersebut secara bertahap, Senin (11/5).

Baca juga : Stadion GBP Kota Banjar Disulap Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

AKBP Yulian menjelaskan, kegiatan pembagian bantuan ini juga merupakan program Kakorlantas Polri yang dipercayakan kepada kewilayahan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak Covid-19.

“Tadi sudah kita laksanakan penyerahan secara simbolis kepada enam orang pengayuh becak dan disaksikan pula 60 orang pengayuh becak lainnya melalui virtual metting,” kata dia.

Program pemberian bantuan secara bertahap ini akan disalurkan setiap bulan sejak bulan April hingga juni melalui buku rekening dan ATM BRI. Anggaran sendiri berasal dari refoccusing anggaran Polri yang diperuntukan bagi buruh transportasi informal yang terdampak covid-19.

“Pengayuh Becak dan yang lainnya yang sudah mendapatkan bantuan dari Polri agar langsung melapor ke RT dan RWnya masing-masing supaya tidak ada duplikasi bantuan yang diberikan pemerintah,” terangnya. (Cep)

Loading...
loading...

2 KOMENTAR

  1. Perlu di tiru polres polres lain nya ini, apa cuma di Banjar saja, kok di kota besar seperti Bandung tidak ada ya?

  2. Bandung banyaknya pencitraan fakta sampe saat ini tak kunjung ada,lebih mementingkan kelompok dan pribadinya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.