Tulisan Arab Abaikan Hasil Kajian Tim Ahli

203
0
TUNJUKKAN. Kabag Organisasi Pemerintah kabupaten Tasikmalaya Gaos Firdaus menunjukkan data hasil konsultasi tim ahli Selasa (26/6).

Penulisan arab di papan nama kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), diketahui tidak sesuai hasil konsultasi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dengan tim ahli yang dibentuk.

Kepala Bagian Organisasi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya Gaos Firdaus menjelaskan pihaknya sudah menyebarkan tulisan hasil konsultasi tersebut ke masing-masing SKPD. Terkait adanya perbedaan tulisan, dia pun tidak menyadarinya. “Karena saya enggak paham tulisannya, jadi sekilas seperti sesuai,” ungkapnya saat ditemui Radar di ruang kerjanya, Selasa (24/6).

Setelah mencermati ulang, Gaos sependapat bahwa tulisan di papan nama kantor SKPD dengan contoh yang disebarkan memang berbeda. Dia pun tidak mengerti bagaimana hasilnya tidak sesuai. “Padahal semua SKPD sudah diberi contoh tulisan,” ujarnya.

Berdasarkan data hasil konsultasi dengan ahli Imla yang ditunjukkan Gaos, huruf S pada Dinas Sosial menggunakan sin. Sedangkan yang tertera di papan nama kantor Dinas Sosial menggunakan huruf sod.

Selain itu, tambah Gaos, kata dinas tertulis dalam daftar hasil konsultasi seragam menggunakan huruf arab dal, ya, nun dengan alif dan sin. Sementara di lapangan ada beberapa SKPD yang tidak menggunakan alif seperti di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Menyikapi adanya kekeliruan itu, Gaos akan berkonsultasi kembali dengan orang-orang yang ahli di bidang Imla Arab Pegon. Hal ini untuk memastikan ada tidaknya kekeliruan data yang disebar. “Karena ini kan hasil tulis ulang pakai komputer, jadi saya khawatir data ini pun ada yang tidak tepat,” tuturnya.

Setelah itu, pihaknya akan kembali menyebarkan tulisan hasil kajian kepada masing-masing SKPD. Pihaknya meminta supaya perbaikan dilakukan sesegera mungkin. “Ya kalau memang salah, harus segera diperbaiki,” tuturnya.

Disinggung soal SKPD yang harus kembali menganggarkan untuk perbaikan tulisan tersebut, menurutnya tidak akan sulit. Pasalnya dalam Surat Keputusan (SK) bupati yang menjadi dasar penulisan arab, tidak diatur bahan yang harus digunakan. “Pakai cat atau apapun bisa, tidak perlu pakai bahan tembaga atau bahan-bahan lain yang memakan biaya besar,” pungkasnya.

Kaji Kekeliruan

Bupati Tasikmalaya H Ade Sugianto akan mengkaji soal kekeliruan dalam penulisan arab yang terpampang di kantor SKPD Setda Kabupaten Tasikmalaya.

“Insyaallah, akan kaji kembali, saya belum bisa komen nanti, soalnya takut salah juga. Ada aturan (penulisan arab, Red). Intinya saya belum cek, nanti koreksi,” ungkap Ade kepada Radar saat di wawancara di Gedung Islamic Center (IC), Selasa (25/6).

Ade membenarkan bahwa penulisan arab di kantor SKPD tersebut memiliki SK bupati. “Ya ada SK-nya, dulu saya masih jadi wabup. Artinya akan kita lihat dan kaji lagi, apakah mengganggu atau tidak kekeliruan tersebut,” tegasnya. (rga/dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.