Tumbangkan Myanmar, Awal Manis Timnas Indonesia Senior

74
0
media officer PSSI DEBUT MANIS. Timnas Indonesia senior berhasil mengalahkan tuan rumah Myanmar 0-2 di laga persahabatan FIFA di Stadion Mandalar Thiri Stadium, Mandalay, Myanmar, Senin (25/3). Dalam pertandingan tersebut Stefano Lilipaly diplot sebagai striker.
Loading...

MANDALAY – Timnas Indonesia senior berhasil meraih kemenangan atas Myanmar di pertandingan persahabatan yang digelar di stadion Mandalay Thiri, Myanmar, Senin (25/3).

Kemenangan di laga resmi yang masuk kalender FIFA ini menjadi awal manis skuad Garuda di bawah arahan Simon McMenemy.

Dua gol ke­me­nangan Timnas di­­cip­takan Greg Nwo­­kolo ketika laga me­masuki menit ke-41, serta eksekusi penalti Ilija Spasojevic menit ke-84.

Turun dengan menggunakan formasi 3-4-3, yang menempatkan Stefano Lilipaly sebagai striker tengah membuat permainan timnas cukup dominan saat melakukan serangan.

Beberapa kali, pasukan Garuda kerap mengancam gawang Myanmar yang dikawal Kyaw Zin Phyo hingga laga berjalan selama 15 menit. Namun sayang, belum ada peluang yang bisa menghasilkan keunggulan bagi Indonesia.

Loading...

Peluang emas Indonesia hadir di menit ke-21, melalui Stefano Lilipaly. Pemain Bali United itu sukses melewati seorang bek Myanmar dan sudah mengelabui penjaga gawang Myanmar.

Namun sepakan keras Lilpaly yang sudah mengarah ke mulut gawang, masih bisa dihalau secara heroik oleh Zaw Min Tun dengan kepalanya.

Indonesia baru bisa melepas kebuntuan, empat menit sebelum babak pertama berakhir. Greg Nwokolo berhasil mencatatkan namanya di papan skor.

Gol berawal dari kerjasama apik, Riko Simanjuntak, Lilipaly, dan Greg. Umpan Riko terhadap Lilpaly diteruskan secara back heel kepada Greg.

Setelah mengelabui satu pemain belakang Myanmar, Greg melepaskan tendangan mendatar ke sisi kanan gawang yang tak mampu dihalau oleh Kyaw Zin Phyo.

Dua menit berselang, Myanmar mendapat hadiah penalti usai salah satu pemainnya dilanggar oleh Manahati Lestusen. Tetapi tendangan 12 pas Nyein Chan Aung masih bisa dihalau Andrytany Ardhyasa dan hanya menghasilkan sepak pojok.

Di masa injury time babak pertama, Indonesia berpeluang menggandakan keunggulan. Umpan terukur Riko kepada Lilipaly gagal dikonversikan dengan baik. Tendangan cungkilnya masih mampu dihalau Kyaw Zin Phyo. Skor 1-0 pun bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, pelatih Simon McMenemy melakukan empat pergantian. Greg Nwokolo, Lilipaly, Hansamu Yama, dan Ruben Sanadi digantikan oleh Ilija Spasojevic, M Rahmat, Novri Setiawan dan Ricky Fajrin.

Di babak kedua ini Myanmar terlihat lebih agresif untuk bisa menyamakan kedudukan. Beberapa pemain Myanmar melakukan tekanan ke jantung pertahanan Indonesia.

Terus diserang, Timnas Indonesia malah mengejutkan tuan rumah. Dengan menambah keunggulan menjadi 2-0 di menit ke-84 lewat tendang penalti Spasojevic.

Hadiah penalti diberikan wasit Novri Setiawan dilanggar pemain Myanmar di dalam kotak terlarang. Spasojevic yang maju sebagai eksekutor tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menambah pundi gol bagi Indonesia.

Hingga wasit meniup peluit panjang, tak ada lagi gol tercipta. Kemenangan 0-2 ini debut manis bagi pelatih Simon McMenemy.

Meski begitu, McMenemy mengaku kurang puas dengan kemenangan tersebut. Sebab banyak peluang yang seharusnya berhasil menjadi gol.

“Penyelesaian akhir masih belum optimal. Terutama di babak pertama,” ujar Simon dalam keterangan pers usai pertandingan. (gie/fin/wsa)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.