Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.4%

83.5%

5%

0.5%

9.5%

Tumbuhkan Eksistensi Goju kai

28
0
istimewa KOMPAK. Komandan Tepbek-III-44-02.01B/Tasikmalaya Kapten CBA Asep Yayan bercengkrama dengan para hadirin saat peresmian Dojo Goju Kai Tepbek Tasikmalaya Kamis (7/11).

TASIK – Komandan Tepbek-III-44-02.01B/Tasikmalaya Kapten CBA Asep Yayan membangun Dojo Goju Kai di lingkungan kerjanya, Kamis (7/11). Hal itu sebagai upaya untuk membangun kebersamaan dengan masyarakat.

Kapten Asep menjelaskan bahwa pihaknya memiliki tugas operasi militer selain perang. Diantaranya mengembangkan potensi-potensi yang ada di masyarakat. “Makanya kita bentuk perguruan atau Dojo Goju Kai,” ungkapnya kepada Radar.

Alasannya memilih olah raga bela diri tradisional Jepang tersebut, menurutnya, Goju Kai belum eksis di wilayah Priangan Timur. Padahal bibit-bibit atlet bela diri di masyarakat cukup potensial. “Makanya saya dan rekan-rekan juga membentuk organisasi Goju Kai yang mencakup wilayah Priangan Timur,” terangnya.

Sejauh ini, Dojo Goju Kai Tepbek Tasikmalaya masih diisi oleh anggota TNI. Namun dia tidak menutup ruang untuk masyarakat umum yang berminat untuk ikut serta berlatih.

“Kita terbuka untuk umum, karena ini sebagai wadah silaturahmi kami dengan masyarakat,” tuturnya.

Meskipun, kata dia, pelatih untuk olah raga ini masih terbilang jarang. Dia pun masih perlu mendatangkannya dari luar daerah. “Sementara kita datangkan pelatih dari Karawang,” ujarnya.

Salah satu pegiat Go Ju Kai, Endi Hendani mengatakan olah raga ini mengasah pengendalian diri. Selain itu, juga kesehatan bagi fisik supaya kebugarannya tetap terjaga.

“Jadi gerakan-gerakannya pun lebih soft dan melatih untuk mengendalikan emosi,” tuturnya.

Dia mengapresiasi Dantepbek Tasikmalaya punya kemauan untuk membangun dojo dan menghidupkan bela diri Goju Kai. Karena meskipun berpotensi, sulit untuk menghidupkannya karena belum terbentuk organisasi. “Tapi sekarang organisasi itu sudah ada dan akan dikukuhkan dalam waktu dekat,” terangnya.

Akademisi Tasikmalaya Restu Adi Wiyono MSc MKom yang turut akan ikut berkontribusi dalam mengembangkan olah raga bela diri ini. Dosen STMIK Tasikmalaya itu akan melakukan pendekatan kepada para pemuda untuk dilatih.

“Kita akan lakukan pendekatan secara global, karena bela diri ini bisa diikuti anak usia di atas lima tahun,” tuturnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.