Tujuh Tahun Tak Bayar, STNK-BPKB Bisa Dibekukan

Tunggak Pajak, Kendaran Akan Disita

509
H Agus Suhendra SH MSi

CIAMIS – Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPPD) Kabupaten Ciamis membeberkan dari 293 ribu unit kendaraan roda dua dan roda empat yang didata pada 2018, hanya 20 persen yang masih menunggak pajak. Maka dari itu, masyarakat diminta untuk segera melunasi pajaknya.

Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPPD) Kabupaten Ciamis H Agus Suhendra SH MSi menerangkan, pihaknya sudah memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk membayar pajak. Bahkan, pihaknya memiliki delapan layanan yang disediakan samsat di antaranya samsat keliling dan samsat gendong yang berkoordinasi dengan kecamatan dengan jemput bola. Bahkan, ada petugas sensus kendaraan yang menanyakan mengenai tunggakan pajak. “Namun ternyata masih banyak yang belum taat pajak, padahal pembayarannya sangat mudah di mana saja,” kata Hendra saat ditemui Radar di kantornya, Jumat (24/5).

Menurut dia, saat ini membayar pajak di minimarket juga bisa. Bahkan ada aplikasi Sambara yang bisa mengecek info tagihan pajak.

Berdasarkan hasil survei, kata dia, sulitnya masyarakat membayar pajak itu kebanyakan karena kendaraannya itu cicilan. Dengan demikian, pemilik kendaraan punya beban pembayaran per bulan ke leasing. Ketika mau bayar pajak kendaraan tahunan kerap bentrok dengan pembayaran motor bulanan. Masyarakat lebih takut motornya dibawa leasing ketimbang membayar pajak kendaraan. “Bila nanti ada yang tidak bayar pajak cukup lama dan tunggakannya besar, bisa kami berikan empat peringatan, baik lisan atau surat. Bila tetap tidak diindahkan, maka kendaraannya bisa kami sita,” katanya.

Dia menerangkan dalam menyita kendaraan, pihaknya akan melibatkan kepolisian dan Jasa Raharja. Kebijakan ini juga telah dilakukan di Jawa Timur. Dalam pelaksanaannya memang masih banyak penentangan dari masyarakat. Ma­ka dari itu, masyarakat diha­rapkan bisa memahami atur­an. Bahkan, nanti bila tidak bayar pajak selama 7 ta­hun lebih bisa dibekukan. Su­rat-surat kendaraan tidak bisa diperpanjang lagi, baik STNK maupun BPKB. “Kami im­bau masyarakat untuk taat pa­jak. Karena bila tidak rugi sen­diri. Juga kendaraannya ti­dak bisa diperpanjang atau di­sita nantinya,” papar dia. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.