Penyediaan Lahan Menjadi Pekerjaan Rumah Bersama

Tunggu Persetujuan Pemilik Kandang Sapi

102
0
Angga Tripermana

BANJAR – Pjs Desa Langensari Kecamatan Langensari Angga Tripermana masih menunggu persetujuan keluarga Yeye (64), pemilik kandang sapi.

Pemerintah sudah menyampaikan permohonan tanah kepada keluarga Yeye agar tanahnya bisa dibangun untuk rumah tinggal Yeni.

“Sejauh ini saya belum mendapat laporan dari ketua RT setempat, karena yang di lapangan dan yang bersentuhan langsung dengan warganya adalah RT. Usulan kami melalui RT, tanah itu diminta untuk keluarga Yeni. Cuma saya belum mendapat laporan, apakah disetujui usulan permohonan kita atau tidak. Tapi yang pasti berkasnya sudah di pak RT, kan harus tertulis,” kata dia Minggu (30/6)

Ia mengatakan jika keluarga Yeye tidak memberikan tanahnya, maka tidak ada solusi lagi. “Mau nyari kemana lagi kalau di situ (bekas kandang sapi) tidak diberikan. Mudah-mudahan saja usulan yang sudah disampaikan RT setempat sudah ada hasil yang baik,” katanya.

Sementara itu, Yeni juga tengah berusaha meminta izin pemilik tanah supaya rela untuk dibangun oleh bantuan dari Baznas.

“Abdi nuju ngusahakeun supados dipasihan widi. Da saur ti Baznas kedah aya widi tertulis,” katanya.

Kepala Baznas Kota Banjar Abdul Kohar akan memberikan bantuan bedah rumah sebanyak dua unit kepada keluarga Yeni yang kini masih bertahan di bangunan bekas kandang sapi di Dusun Sukahurip RT2 RW1 Desa Langensari. Jika dirupiahkan bantuan itu senilai Rp 15 juta. “Bantuannya berupa bahan bangunan. Tapi masih terkendala kepemilikan tanahnya,” kata Kohar.

Sementara itu, Camat Langensari Kota Banjar Asno Sutarno bersyukur sejauh ini keluarga tersebut kebanjiran bantuan.

“Saya belum ngecek lagi ke sana. Tapi sampai sekarang saya mendapat informasi bahwa keluarga itu sudah menerima banyak bantuan, saya secara pribadi merasa bersukur. Dari pihak Baznas juga sudah ada nelpon mau ngasih bantuan, sekarang tinggal menunggu keputusan izin lahannya,” kata dia.

Diakuinya, penyediaan lahan menjadi pekerjaan rumah bersama. Pemerintah tidak bisa langsung memberikan secara cuma-cuma lahan kepada keluarga itu. Harus melalui proses, itu pun kalau anggaran memadai. “Namun yang pasti untuk bantuan dan pendataan sudah ditangani dengan baik,” katanya.

Sekda Kota Banjar Ade Setiana sebelumnya mengungkapkan Pemerintah Kota tidak mampu untuk membelikan atau menyediakan lahan untuk tempat tinggal Yeni. “Doakan saja ya semoga diberikan izin, kalau dari Pemkot tidak kan terbatas juga anggarannya,” ujarnya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.