Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
18%

82%

Tunggu Warga BAB, Pacilingan Dirobohkan

536
0
ROBOHKAN. Tim Satuan Tugas (Satgas) ODF Kelurahan Ciakar Kecamatan Cibeureum merobohkan pacilingan usai dipakai warga BAB di RW 04, Selasa (10/9). UJANG NANDAR / RADAR TASIKMALAYA

CIBEUREUM – Tim Satuan Tugas (Satgas) Open Defecation Free (ODF) Kelurahan Ciakar Kecamatan Cibeureum memergoki seorang warga yang tengah buang air besar (BAB) di pacilingan di RW 04 Kampung Peundeuy, Selasa (10/9). Padahal tempat BAB yang terbuat dari bambu di atas kolam tersebut sudah diagendakan untuk dirobohkan saat itu.

Para petugas yang terdiri dari pemerintah kelurahan, kecamatan, karang taruna, babinsa, bhabinkamtibmas, puskesmas, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya pun harus menunggu terlebih dahulu seorang warga itu untuk menuntaskan BAB di pacilingan tersebut. Sesekali para petugas saling lempar senyum menyaksikan fenomena yang tidak diduga itu. Usai menuntaskan BAB, seorang pria itu pun diberi arahan oleh petugas. Setelahnya prosesi pembongkaran pacilingan dilaksanakan.

Camat Cibeureum Gito Wargito mengatakan, pembongkaran itu merupakan gerakan penyadaran terhadap masyarakat bahwa BAB di pacilingan yang berada di kolam itu tidak baik untuk kesehatan lingkungan. “Mudah-mudahan perilaku masyarakat yang tadinya kebiasaan membuang air besar di atas kolam bisa berubah di tempat yang semestinya sesuai standar kesehatan,” kata Gito di sela-sela pembongkaran pacilingan di Kampung Peundeuy.

Menurut dia, Jawara ODF 2019 Menuju Sanitasi Aman (Saniman) itu merupakan program yang sangat baik untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarkat sehingga harus didukung semua pihak. Diharapkan dengan program ini Ciakar bisa menjadi kelurahan ODF.

“Ciakar ini targetnya ODF di 2020 mendatang,” ujar dia.

Ketua Satgas ODF Kelurahan Ciakar, Ajang Kusmana menyatakan, pacilingan yang dirobohkan ada di RW 04 dan RW 10. Di RW 04 ada enam pacilingan, sedangkan di RW 10 ada sembilan pacilingan. “Itu yang kita robohkan hari ini,” kata dia.

Menurut dia, sebenarnya pemilik kolam yang ada pacilingan itu memiliki jamban di rumah masih-masing. Namun, tetap saja pacilingan itu digunakan untuk BAB.

“Mungkin sebelumnya karena mereka belum menyadari bahwa buang air besar sembarangan itu berbahaya,” kata dia.

Setelah pacilingan-pacilingan itu dirobohkan, kata dia, masyarakat akan menggunakan jamban umum untuk BAB dan lain-lain. Pihaknya juga telah menyediakan beberapa unit septic tank komunal.

Dia berharap kegiatan itu bisa menyadarkan masyarakat bahwa pacilingan bukan tempat BAB yang sesuai standar kesehatan. “Mudah-mudahan saja, setelah dibongkar, tidak lagi dibangun, karena mereka sudah sadar akan bahayanya buang air besar sembarangan itu,” harap dia. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.