Tutup Tandang dengan Manis  borneo fc 0 vs 1 persib

36
0
PENENTU. Ghozali Siregar menjadi penentu kemenangan Persib lewat gol tunggalnya ke gawang Borneo FC di Stadion Segiri Samarinda kemarin (11/12). Taupik Hidayat / Radar Bandung

SAMARINDA – Bersyukurlah Persib Bandung mempunyai I Made Wirawan. Kiper gaek tersebut berhasil mematahkan beberapa peluang emas dari Borneo FC pada pekan ke 31 Liga 1 yang berlangsung di stadion Segiri, Samarinda.

Dengan ke­gemilang­annya menjaga gawang, Ma­ung Bandung ber­hasil pulang dengan tiga poin. Gol kemenangan Per­sib dicipta­kan oleh Gho­zali Siregar pada menit ke-41.

Ke­me­nangan atas tim besutan Mario Gomez itu menjadi laga yang manis. Pasalnya, pertandingan melawan tim Pesut Etam merupakan laga tandang terakhir Ezechiel Nduoassel dkk di Liga 1 2019.

“Hari ini (kemarin) pertandingan berat bagi kami. Bisa dibilang kedua tim main terbuka dan saling serang. Tentu saja, kami bersyukur bisa meraih kemenangan dalam pertandingan ini, sesuai target kami. Karena kami datang ke sini untuk meraih tiga poin,” kata  Made di stadion Segiri usai laga.

Dalam laga itu, I Made cs mendapatkan banyak sekali gempuran dari Borneo FC. Itu terlihat dari banyaknya tendangan yang mengarah ke gawang Maung Bandung.

Pelatih Robert Albert memang su­dah memprediksi dari awal jika tim­nya bakal mendapat tekanan dari tu­an rumah. Untungnya, Ghozali Si­re­gar dapat memanfaatkan peluang men­jadi gol.

“Kami sejak awal sudah menduga akan ada banyak gempuran serangan dari Borneo karena mereka punya pe­main dengan kemampuan indi­vidual yang bagus. Kami juga sedikit men­dapat keuntungan lewat gol yang ti­dak terduga tapi memang sangat ba­gus Ghozali dalam memanfaatkan ke­sem­patan itu dan itu gol yang penting,” katanya.

Mantan pelatih PSM Makassar itu mengakui jika timnya bermain bertahan pada babak kedua. Karena memang mendapatkan tekanan dari Renan Silva dkk.

“Pada babak kedua kami dipaksa untuk lebih bertahan dan kami juga sudah berdiskusi saat turun minum. Setelah itu kami fokus dalam menjaga keunggulan dan pemain sangat bagus dalam membantu satu sama lain, bertarung bersama,” ujarnya.

Berhasil mengumpulkan tiga poin dari Samarinda, Persib berhasil mengatrol klasemen. Saat ini Persib bercokol pada posisi enam dengan 45 poin dari 31 laga.

“Jadi kami menatap ke depan usai meraih hasil ini dan kami bersaing dengan Persebaya di posisi lima dan enam. Kami semakin dekat dengan target kami masuk ke lima besar,” tegas pelatih asal Belanda itu.

Ditempat yang sama pelatih Borneo FC Mario Gomez menuturkan jika tim­nya bisa menguasai jalannya per­tandingan. Tapi memang hasilnya yang belum berpihak pada skuad asuhannya.

“Kita sebenarnya bisa mengontrol pertandingan di babak kedua. Kita coba untuk menang atau imbang, kita setidaknya punya 5-7 peluang tapi tidak bisa ubah jadi imbang, paling tidak kita sudah coba,” ujar mantan pelatih Persib itu.

Gomez enggan menyebut jika ke­kalalahan timnya dikarenakan pe­nyelesaian akhir yang buruk. Me­nu­rutnya, kekalahan dikarenakan tim ta­mu mempunyai lini pertahanan yang apik.

“Saya pikir karena lini pertahanan Per­sib dan juga kiper Persib, Made, itu hanya bedanya. Tapi itu karena ker­ja bagus dari Made,” pungkasnya. (pra)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.