Tuyul Resahkan Warga Parakan Nyasag Indihiang, Ini Kata MUI Kota Tasik

980
0

KOTA TASIK – Soal tuyul yang resahkan warga Kampung Parakanyasag Kelurahan Parakan Nyasag Kecamatan Indihiang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya angkat bicara.

“Dalam kepercayaan masyarakat kita, kebiasaan tuyul adalah mencuri uang yang tak terlepas dari adanya manusia yang memanfaatkannya sebagai jalan pintas untuk cepat kaya,” ujar Sekretaris MUI Kota Tasikmalaya, KH Aminuddin Bustomi kepada wartawan, Senin (24/02) malam.

“Dengan undangan dari tuannya itu, ia (tuyul, Red) akan segera beranjak untuk menuruti perintah mencuri uang saat malam hari,” sambungnya.

Berita terkait : Tuyul Maling Duit Bikin Resah Warga Parakan Nyasag Indihiang Kota Tasik

Adapun menurut Islam, terang dia yang juga pimpinan Ponpes Silalatul Huda Paseh, asal usul tuyul diketahui merupakan penemuan Azazil, putra iblis yang sangat cakap dalam hal penelitian.

Azazil dalam penjelasan Alquran, telah berhasil menciptakan tuyul sebagai anak buah barunya. Tuyul ciptaan Azazil ini berasal dari segumpal darah atau segenggam daging, hasil dari aborsi anak-anak manusia yang penuh dosa.

“Janin yang belum memiliki roh ini, kemudian diisi oleh para jin dan syetan dari kelompok Azazil untuk menyasarkan (menyesatkan, red) orang-orang yang mengalami masalah ekonomi,” terangnya.

Loading...

Bagi mereka yang lupa pada Tuhannya, terang Amin, tentu akan sangat tergiur pada kemampuan si tuyul mencuri uang. Dengan bantuan tuyul dijamin akan bebas dari hutang dan cepat kaya.

“Nah seorang manusia bisa bekerja sama dengan jin dan menyuruhnya mencuri, namun jelas hal ini hukumnya haram untuk dilakukan,” bebernya.

Karena, tegas dia, tidak boleh seorang muslim meminta bantuan jin untuk tujuan apapun karena mereka sebenarnya tidak memberikan bantuan tapi mengajak manusia berbuat maksiat kepada Allah, berbuat kesyirikan atau kekufuran.

Terkait kasus yang ramai di Indihiang, jelas dia, Amin hal itu bisa saja terjadi karena memang dalam kondisi ekonomi masyarakat yang serba sulit seperti sekarang ini.

Pasalnya, manusia bisa berbuat dengan cara apa saja untuk bisa memenuhi kebutuhan ekonomi termasuk dengan bekerjasama dengan mahluk ghaib.

“Nah karena ini belum ada pasalnya, maka untuk menangkal masalah tuyul ini silahkan bekerjasama dengan orang yang mempunyai kemampuan untuk itu. Saya yakin pasti ada, baik itu oleh ustad, kyai atau orang pintar lainnya,” sarannya.

Namun yang paling penting, jelas dia, agar terhindar dari kejahatan yang dilakukan oleh tuyul, khususnya dalam hal kehilangan uang, sebaiknya lebih mendekatkan diri dan meminta perlindungan kepada Allah SWT dengan cara banyak berdzikir, salat, baca Alquran dan lainnya.

“Karena ketika Allah melindungi kita, tidak ada siapapun yang bisa berbuat dzaim atau membinasakan kita termasuk mahluk ghaib sekalipun yang salahsatunya jin kafir atau tuyul,” jelasnya.

Sebelumnya, keterangan beberapa warga yang mengaku jadi korban tuyul, kondisi uang yang hilang ada yang diikat karet.

Namun, kondisi penyimpanan uangnya tak acak-acakan seperti adanya bekas pencurian yang dilakukan maling. Atau tetap rapih.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.