Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.1%

88.5%

3.1%

0.3%

5.9%

0%

1%

0%

Uang Duka Calhaj Wafat Maksimal Rp 125 Juta

48
0
SISKOHAT FOR FIN  USAI OPERASI. Seorang jamaah haji Indonesia terbaring di ruang ICU RS King Fahd Madinah Minggu (28/7).

MAKKAH – Calon jamaah haji (calhaj) yang wafat di Makkah akan mendapatkan asuransi berupa uang duka dari mulai Rp 18 juta hingga Rp 125 juta.

Kepala Daerah Kerja Makkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019 Subhan Cholid menjelaskan calhaj yang meninggal dunia berhak mendapatkan asuransi dengan sejumlah ketentuan.

“Ya, ada beberapa ketentuan, di antaranya jamaah wafat sejak keluar rumah hingga sebelum tiba di rumahnya kembali.

Kemudian jamaah mengalami kecelakaan hingga wafat atau cacat tubuh,” katanya.

Hingga Minggu (28/7), kata Subhan, Siskohat Kementerian Agama mencatat ada 25 calon jamaah haji yang meninggal dunia, mulai dari meninggal di perjalanan, pesawat, termasuk saat berada di Madinah dan Makkah karena berbagai sebab. “Ada yang memang disebabkan bawaan penyakit dan lain-lain,” tutur dia.

Menurutnya, calon jamaah haji yang meninggal tersebut akan mendapatkan perlindungan asuransi berupa uang duka mulai dari Rp18 juta hingga Rp125 juta. “Sedangkan bagi jamaah calon haji yang meninggal karena kecelakaan mendapat nilai asuransi dua kali lipat,” paparnya.

Sebelumnya, Kepala Seksi Kedatangan dan Keberangkatan Daerah Kerja Bandara PPIH Cecep Nursyamsi mengatakan perlindungan asuransi jamaah diberikan ketika di pesawat dan jika meninggal di dalam pesawat selama perjalanan maskapai akan memberikan uang asuransi sebesar Rp 125 juta.

“Untuk mencairkan asuransi, ahli waris dapat menyerahkan surat keterangan kematian, surat pernyataan ahli waris dari kecamatan, serta nomor rekening almarhum atau ahli waris,” katanya.

Bagi jamaah calon haji yang meninggal di dalam pesawat maupun saat masih berada di Tanah Air, surat keterangan kematian dikeluarkan oleh Kantor Urusan Haji Indonesia di Jeddah dan akan diantar langsung petugas kantor Kementerian Agama setempat ke tempat tinggal almarhum.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Ibadah Haji PPIH Arab Saudi 2019 Ali Zawawi mengatakan survei jalur yang akan dilalui kafilah dalam safari wukuf di Arafah telah dilakukan. “Nantinya jamaah akan dibimbing oleh konsultan kita,” terang Ali, kemarin (28/7).

Secara teknis, lanjut dia, perjalanan safari wukuf akan dimulai dari tempat jamaah sakit dirawat yakni di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). “Ya, perjalanan mulai dari KKHI Makkah. Di depan KKHI di Mekkah. Jamaah kita persiapkan di sana. Persiapan ikhram dan bersuci dan niat. Kemudian pakai pakaian ihram ada di sana semuanya,”imbuhnya.

Konsultan Ibadah Daerah Kerja Makkah, Ahmad Kartono menegaskan safari wukuf secara hukum syariat dibenarkan melalui sejumlah kriteria. Pertama jamaah yang sakit dirawat di KKHI Makkah setelah melalui proses identifikasi. “Benar. Jadi ada semacam seleksi untuk jamaah yang memungkinkan safari wukuf. Baru kemudian jumlahnya ditentukan sesuai kapasitas di KKHI,” ucap dia.

Secara hukum, sambungnya, pelaksanaan safari wukuf di benarkan dari sisi syariatnya. “Karena mereka masuk wilayah Arafah, sekalipun beberapa saat. Sekitar tiga jam. Ini sah menurut hukum,” jelasnya. (ful/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.