Uang Rp 25 Juta Hanya Karangan

208
0
AKP Hendra Virmanto SIK

Pelaku Bingung Bayar Sopir dan Rental Mobil

CIAMIS – Cerita pelaku ANH (30) soal uang Rp 25 juta hasil menagih utang dari Pangandaran ternyata hanya karangan belaka. Hal itu terungkap setelah kepolisian mendesak pelaku menceritakan kejadian sebenarnya. Sebelumnya, pelaku memberi keterangan yang membingungkan kepolisian soal penyebab dia nekad membunuh Agus Sudrajat pada Kamis malam (24/11).
“Ternyata tidak ada uang Rp 25 juta hasil menagih itu. Dia mengarang cerita kepada anggota kami,” ungkap Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Hendra Virmanto SIK kepada Radar, kemarin (25/11).
Dari hasil interogasi, lanjutnya, motif dibalik pembunuhan tersebut adalah pelaku kesal lantaran tidak berhasil menagih utangnya karena orang yang ditagih di Pangandaran tidak ada. Sementara dia harus membayar mobil yang direntalnya. Dia juga harus membayar Agus yang menjadi sopir.
Setelah gagal menagih utang, pelaku dan Agus terlibat cekcok soal pembayaran dan pelaku merasa sakit hati. Keduanya kemudian pulang ke Ciamis dan sempat muter-muter. Pelaku kemudian membeli tambang di salah satu minimarket di Ciamis kota. Bukan di Alfamart Cisaga.
“Dari kekesalan gara-gara nagih utang tidak hasil, serta tidak punya uang untuk bayar rental dan sopirnya, makanya korban (Agus, Red) terlebih dulu dieksekusi sekitar pukul 21.00 di Karangkamulyan,” papar Hendra.
Setelah menghabisi nyawa Agus, kata dia, pelaku kemudian menjual hape Agus dan juga membawa uang Rp 600.000 di saku Agus. Total uang dari menjual hape dan mengambil uang Agus menjadi Rp 1,3 juta. Niatnya uang itu akan dibayar untuk membayar rental mobil, namun pelaku keburu tertangkap. Saat ini, semua barang bukti tersebut telah diamankan polisi.
“Dari pengakuan pelaku, mayat korban tersebut ternyata dibawa-bawa oleh pelaku keling-keliling di dalam mobil hingga ke Kota Tasimalaya dan berakhir di RSUD Ciamis,” jelasnya.
Menurut Kasat, hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan pelaku lain dalam kasus pembunuhan itu. Pelaku mengeksekusi korbannya sendirian. Meski tubuh Agus lebih besar, namun pelaku cukup kuat untuk membunuh Agus dengan cara menjerat lehernya menggunakan tambang dari belakang.
Atas perbuatan tersebut, polisi akan menerapkan Pasal 340 Jo 338 tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup. “Kita juga terus melengkapi keterangan pelaku lainnya, karena memang pelaku ini selalu berbelit-belit,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Agus Sudrajat alias Bangkong (39), pengepul ular dan katak jenis swike asal Dusun Pasir Datar RT 02/04 Desa Mekarjadi Kecamatan Baregbeg tewas dibunuh orang yang baru dikenalnya Kamis malam (24/11). (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.