Uang Rp2,9 Milliar dan Narkoba Dimusnahkan Kejari Kabupaten Tasik

138
0
DIMUSNAHKAN. Kejaksaan bersama Polres Tasikmalaya BNN, Lapas, Dinas Kesehatan, Lanud Wiriadinata dan Koramil Salawu saat akan memusnahkan barang bukti perkara. DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

MANGUNREJA – Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya memusnahkan sejumlah barang bukti yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Pemusnahan dilakukan di depan kantor Kejari Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (27/10).

Barang bukti dari 44 perkara itu dimusnahkan Kejaksaan, TNI/Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Lapas Tasikmalaya, MUI, BPOM Tasikmalaya dan Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasik.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Tasikmalaya M Syarif SH, MH menjelaskan barang bukti yang dimusnahkan itu terdiri dari perkara pemalsuan uang dengan jumlah uang Rp 2.982.700.000. Kemudian, terang dia, penganiayaan sebanyak tiga perkara, pencurian lima perkara, narkotika/sabu empat perkara, psikotropika 14 perkara dengan 21.280 butir pil hexymer, miras enam perkara.

Selanjutnya, kata dia, asusila tiga perkara, pemerasan satu perkara, pembunuhan dua perkara, senjata tajam dua perkara, penghasutan satu perkara, prostitusi satu perkara dan pembakaran satu perkara.

Baca juga : Tokopedia, BI dan Pemkot Tasik Dorong Pasar Cikurubuk Go-Online

“Perkara yang paling menonjol masalah uang palsu berkisar Rp 2,9 miliar yang rawan disalahgunakan. Kita bersama Polres Tasikmalaya berhasil mengungkapnya dari kasus beberapa bulan lalu, yang dibawa oleh orang dari luar daerah ke wilayah Tasik. Kita pastikan di wilayah kita tidak ada peredaran uang palsu, apalagi di momen Pilkada ini,” ungkap Syarif kepada wartawan usai pemusnahan barang bukti.

Deputi Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya Nurtjipto menambahkan untuk antisipasi peredaran uang palsu, BI selalu mengedukasi dan menyosialisasikan keaslian uang kepada masyarakat.

“Yang paling mudah yaitu dengan metode 3D, yakni diterawang, dilihat dan diraba. Seperti uang palsu yang dimusnahkan gampang membedakannya, dari sisi cetak dan lapisan justru lebih halus dan terlihat dari warnanya,” jelasnya.

Menurut dia, selama tahun 2020, BI memantau di Tasikmalaya tidak ada temuan peredaran uang palsu, termasuk dalam event Pilkada Tasik.

“Karena kebetulan barang bukti uang palsu ini berasal dari luar wilayah Priangan Timur, jadi dibawa ke Tasik. Jika ada ditemukan uang palsu, masyarakat bisa melaporkan ke kepolisian dan pihak bank,” tambah dia. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.